Menurut saya sih pertanyaan saya cuma soal menghilangnya politisi handal
koalisi yang biasa repot menutupi kesalahan Jokowi. Kenapa sampai pentol
selebat Surya Paloh yang harus nongol mewakili koalisi menanggapi isu
kebocoran? Selebihnya kan orang pemerintah semua yang bereaksi (para menteri
hingga wapres), dan mereka seperti Anda hehe.. mengakui adanya kebocoran. Cuma
Jokowi sebatang kara yang membantah sambil nongkrong sama jendral-jendral
ngomongin dwifungsi TNI-Polri.
Buat Anda kebocoran dalam hiruk-pikuk infrastruktur, impor, hingga bagi-bagi
sepeda, di tengah tumpukan utang barangkali hal biasa. Makanya Anda lebih fokus
membanggakan para jendral pendukung Jokowi di tengah isu dwifungsi.
--- SADAR@... wrote:
Hehehee, ... kenapa bung jadi terusik dengan penampilan jenderal-jenderal
dukung Jokowi???
Yang harus dipertanyakan bukan kenapa mendadak pamer koleksi jenderalnya? Tapi,
yang lebih serius kenapa sesama jenderal tidak pilih jenderal Prabowo???
Bukankah sesama jenderal sudah lama saling mengenal pribadi dan kebolehan
karier di TNI! Jadi, kalau ternyata jenderal senior Prabowo itu TIDAK dukung
kubu Prabowo, lebih-lebih membuktikan kemampuan Prabowo di TNI juga BUTUT yang
TIDAK PANTAS didukung!
Kebocoran APBN bukan masalah baru yang terjadi, ... berapa besar kebocoran
terjadi dimasa Jokowi lebih 4 tahun terakhir ini tentu harus diungkap meningkat
atau menurun, ... Dan yang lebih PENTING harus menemukan solusi bagaimana cara
menyumbat kebocoran itu lebih baik!
ajeg 於 12/2/2019 2:38 寫道:
Jelang debat II kenapa mendadak pamer koleksi jendralnya?
Apa intelektual sipil yang tersisa di 9 partai tak sanggup lagi
ladeni Rakyat? Tidak tahu cara menutupi kebocoran APBN?
Baguslah. Biar saja Jokowi yang jawab, jangan kalian atau
para jendral yang menanggung.
--- ilmesengero@... wrote:
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190211170342-23-368266/infografis-jenderal-pentolan-dukung-jokowi?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop