*Dari dulu dibangun, tetapi apa yang dibangun selain kekayaan alam dikeruk,
hutan digundul. Penduduk Papua sedikit dan termasuk salah satu wilayah
termiskin di NKRI.*

https://sp.beritasatu.com/home/bangun-papua-dan-papua-barat-untuk-keadilan-sosial-bagi-seluruh-rakyat/128583


*Bangun Papua dan Papua Barat untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat*
Selasa, 12 Februari 2019 | 12:00


[JAYAPURA] Pembangunan yang tengah gencar dilaksanakan di Papua dan Papua
Barat saat ini, bukan hanya untuk membangun ekonominya saja, tetapi
pembangunan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Hal itu dikatakan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari
Pramodhawardani, pada pembukaan seminar nasional “Tantangan dan Ekspektasi
Infrastruktur, Energi dan Pengembangan Pangan, serta Lingkungan Kehidupan
di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat” yang dilaksanakan Kantor Staf
Presiden (KSP), di Lantai III Auditorium Rektorat Universitas Cenderawasih
Perumnas III Waena, Selasa (12/2).

Dikatakan, banyak pencapaian program pembangunan yang telah diperoleh
selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Papua maupun
Papua Barat. Disebutkan, alokasi dana ke Papua saat ini menjadi Rp 62
triliun dan Papua Barat sebesar Rp 28,34 triliun. Dana-dana tersebut di
luar dana untuk program otonomi khusus (otsus).

Perhatian Presiden Jokowi untuk membangun kedua provinsi di timur Indonesia
itu, kata Jaleswari Pramodhawardani, sangat besar. Kunjungan intensif
Presiden ke Papua hingga 10 kali dan melakukan tindakan-tindakan kongkret
untuk memperbaiki kemajuan pembangunan di wilayah tersebut.

Hasil-hasil pembangunan lainnya yang telah dirasakan dalam empat tahun
terakhir dimana berhasil dibangun ruas jalan 3.259 kilometer di Provinsi
Papua dan 1.071 kilometer di Provinsi Papua Barat. Ruas jalan ini telah
membuka isolasi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas sosial
perekonomian masyarakat. “Jaraknya (jarak jalan yang dibangun itu) sama
dengan empat kali panjang Pulau Jawa,” kata Jaleswari Pramodhawardani.

Selain itu, pelabuhan baru dan revitalisasi pelabuhan lama juga dibangun
untuk memperkuat tol laut, serta pembangunan bandara dan revitalisasi
bandara untuk jembatan udara yang akan memfasilitasi distribusi barang yang
meningkatkan ekonomi lokal. “Produk lokal dari Papua yang dulunya sulit
dipasarkan, namun dengan terbukanya ruas jalan kini lebih mudah dipasarkan
dan didistribusikan,” kata Jaleswari Pramodhawardani.

Untuk infrastruktur energi, PLN telah berhasil meningkatkan rasio
elektrifikasi. Rasio elektrifikasi Provinsi Papua yang pada tahun 2013
hanya 30,48% sekarang menjadi 77% pada 2018. Tingkat kemiskinan Provinsi
Papua telah menurun dan kualitas hidup masyarakat telah meningkat. Pada
2013, tingkat kemiskinan 31,13 persen turun menjadi 27,62 persen pada 2017.

Untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua,
pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan juga terus ditingkatkan.
“Saat ini terlah terjadi penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan ,
dan meningkatnya harapan hidup di Papua maupun Papu Barat,” kata Jaleswari
Pramodhawardani.

Jaleswari Pramowardhani menyebut pembangunan yang dilaksanakan oleh
pemerintahan Jokowi di Papua menunjukkan perkembangan positif. "Presiden
Joko Widodo secara langsung menekankan kehadiran pendekatan pembangunan
baru Indonesia-sentris (yang kebalikan dari Jawa-sentris) dilakukan di
Papua," kata Jaleswari. [154]

Kirim email ke