Yang selalu diperlihatkan/dipamerkan/diviralkan pemerintah adalah omongan bagi-bagi jutaan hektar lahan, gatis.
Lalu kebenaran muncul satu per satu. Yang jutaan itu ternyata harga pengurusan "sertifikat gratis" (@ Rp 3-4 juta?). Sekarang muncul lagi bukti baru, pemerintah tak mau menyediakan lahan rumah (tipe-36?) untuk 30an atlet peraih medali emas Asian Games. Suka atau tidak, orang jadi senyum-senyum ingat api obor Asian Games yang tiba-tiba mati begitu diarak Jokowi. Juga, nggak bisa enggak, orang seperti dipaksa ingat utang gede dan berbagai proyek infrastruktur yang mangkrak. - Selasa,12 Feb 2019 23:00 WIB Bonus Rumah AtletPeraih Medali Emas Asian Games 2018 Tanpa Lahan MercyRaya – detikSport Jakarta- Menpora Imam Nahrawi memperjelas bonus rumah bagi atlet peraih medali emas AsianGames 2018. Pemerintah hanya membangunkan rumah, tak menyiapkan tanahnya. Asian Games 2018 sudah beres digelar sejak 2 September lalu. Bonus-bonus uangjuga posisi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sudah diberikan, namun tersisaisu bonus rumah untuk peraih medali emas. Agartak menjadi isu liar, Imam pun menjelaskan persoalannya. Dia menegaskan rumahakan dibangun pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(Kemen PUPR), namun dengan catatan tanah disediakan masing-masing atlet. "Ya mungkin soal prosedur, soal verifikasi, karena modelnya pemerintahnanti membangunkan, tidak mengadakan tanah. Nah, ini yang perlu waktu, karenatak setiap atlet punya tanah. Karena nggak mungkin tanah disiapkan olehpemerintah," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (12/2/2019). "Kamisudah berulang-ulang rapat dengan Kementerian PUPR, ini soal realiasi dan waktusaja. Yang penting bonus uang sudah dibayar penuh, baik untuk atlet Asian Gamesdan Asian Para Games, bonus PNS juga sudah diterima kan, tinggal formalitasceremony saja." "Yang pasti dari awal memang kami ingin pemerintah yang bangun rumah dantanah sendiri disediakan atlet atau nanti seperti bagaimana, tergantung kebijakanPUPR," tambahnya. (mcy/raw)
