Masyarakat Adat Baduy Tolak Dana Desa Jokowi Rp2,5 Miliar
CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 12:17 WIB
Bagikan :
Masyarakat Adat Baduy Tolak Dana Desa Jokowi Rp2,5 MiliarIlustrasi suku
Baduy. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia --*Masyarakat adat Baduy
<https://www.cnnindonesia.com/tag/baduy>* di Desa Kanekes, Leuwidamar,
Kabupaten Lebak, Banten menolak bantuan *dana desa
<https://www.cnnindonesia.com/tag/dana-desa>*sebesar Rp2,5 miliar yang
dikucurkan pemerintah*Joko Widodo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>* untuk pembangunan infrastruktur.
"Penolakan itu, karena pembangunan dikhawatirkan merusak kelestarian
adat," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa
(DPMPD) Pemkab Lebak Rusito seperti dilaporkan/Antara/, Kamis (14/2).
Menurut Rusito, pengalokasian bantuan dana desa tahun 2019 untuk
masyarakat Baduy sebesar Rp2,5 miliar ditolak berdasarkan keputusan adat
mereka. Menurut dia, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dengan
penolakan warga Baduy untuk menerima bantuan dana desa tersebut.
"Kami menghormati dan menghargai keputusan adat warga Baduy. Saat ini,
dana desa itu masuk ke anggaran kas daerah dan tidak bisa dikembalikan
ke pemerintah pusat," kata Rusito.
Lihat juga:
Dana Kelurahan Belum Juga Cair
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190212105641-532-368443/dana-kelurahan-belum-juga-cair/>
Menurut Rusito, dana desa yang ditolak masyarakat adat Baduy dapat
digunakan untuk pengalokasian tahun 2020 bagi desa lain.
Masyarakat Baduy mengkhawatirkan jika menerima dana desa untuk
pembangunan infrastruktur tergusur nilai-nilai budaya dan adat mereka
hilang. Sebab, permukiman adat Baduy seperti di Desa Kanekes, Kecamatan
Leuwidamar menolak kehidupan modern, termasuk pembangunan jalan,
penerangan listrik dan alat-alat elektronik.
Masyarakat Baduy harus patuh dan taat terhadap adat leluhurnya, sehingga
keberatan jika permukiman adat itu mendapat bantuan dana desa.
"Pembangunan infrastruktur yang dikhawatirkan masyarakat Baduy ke depan
terhubung jalan-jalan batu dan aspal di kawasan permukiman mereka," kata
Rusito.
Lihat juga:
Ditagih RUU Masyarakat Adat, Jokowi Diminta Tak Jual Isu Lama
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190210161337-32-367908/ditagih-ruu-masyarakat-adat-jokowi-diminta-tak-jual-isu-lama/>
Lebih lanjut Rusito mengatakan warga Baduy menerima bantuan dana desa
cukup besar dibandingkan dengan desa lain, karena masuk kategori desa
tertinggal.
Sementara itu, Saija, pemuka adat juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan
Leuwidamar mengatakan bantuan dana desa tahun 2019 ini ditolak
berdasarkan keputusan adat.
Padahal, sebelumnya masyarakat Baduy menerima bantuan dana desa untuk
pembangunan infrastruktur.
"Kami menolak bantuan dana desa karena khawatir hal itu merusak
pelestarian adat dan budaya warga di sini," katanya.
*(Antara/DAL)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com