*Bisa menarik banyak turis dari negara-negara Islam yang berkunjung ke
Pulau Jawa, karena selain letaknya strategis, juga  pulau Jawa berpenduduk
lebih dari 50% pendudk Indonesia, pada umumnya penduduk beragama Islam,
jadi bisa selalu banyak orang  yang  berkunjung ke museum Rasullsah
sepanjang tahun. Mungkin kalau dibangun menajadi salah satu objek turisme
yang membawa laba besar.*

*https://www.beritasatu.com/nasional/537960-akan-dibangun-museum-rasulullah-di-indonesia.html
<https://www.beritasatu.com/nasional/537960-akan-dibangun-museum-rasulullah-di-indonesia.html>*

*Akan Dibangun Museum Rasulullah di Indonesia*

[image: Akan Dibangun Museum Rasulullah di Indonesia]Ketua Harian Dewan
Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin bertemu Nasir Al Zahrani, General
Supervisior Pendirian Museum Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Mekkah. (
Foto: Beritasatu TV )

   -


Zumrotul Muslimin / ZTM Rabu, 13 Februari 2019 | 22:32 WIB

*Mekkah, Beritasatu.com* - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI)
Syafruddin bertemu Nasir Al Zahrani, General Supervisior Pendirian Museum
Assalamu Alaika Ya Rasulullah di Mekkah, Rabu (13/2). Keduanya membahas
kelanjutan pembangunan museum Rasulullah di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Nasir menjelaskan rencana pendirian museum Rasullah di
berbagai negara. Menurutnya, rencana itu mendapat sambutan hangat
pemerintah Kerajaan Saudi serta sejumlah mukti dan pimpinan pemerintahan di
Timur Tengah.

Nasir menambahkan 25 negara telah menawarkan diri untuk membangun museum
Rasulullah. Museum yang diberi nama Assalamu Alaika Ya Rasulullah akan
menjadi museum modern dan terlengkap dengan sistem digital atau alat peraga
yang canggih.

Semua koleksi penting berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW dapat dilihat
dalam museum. Dengan demikian umat manusia secara umum dan Islam khususnya
akan mendapat informasi tentang Nabi Muhammad dan Islam yang penuh cinta
kasih.

Syafruddin menyambut hangat gagasan Nasir dan kawan-kawan. Menurut
Syafruddin, pesan-pesan dari museum ini penting diketahui generasi saat ini
dan akan datang sehingga gambaran jejak tentang islam tidak terputus.

Lebih jauh Syafruddin mengatakan Indonesia sebagai negara berpenduduk
muslim terbesar di dunia, sangat berkepentingan dan relevan untuk menjadi
salah satu negara yang ikut mengembangkan museum ini. Sebab museum itu
dapat jadi forum pembelajaran tentang Islam sekaligus objek wisata religius.

Syafruddin yang juga Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi
Biroksasi ini akan membicarakan soal ini dengan Ketua Umum DMI yang juga
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Keputusan pembangunan museum diserahkan kepada Ketua Umum DMI M. Jusuf
Kalla, yang juga sebagai orang tua kami," kata Syafruddin kepada para
pendiri museum ini.

Dalam kesempatan ini, Syafruddin juga mengundang Nasir Al Zahrani yang
sehari-hari mengajar di Universitas Ummul Qura Mekkah untuk berkunjung ke
Jakarta sehingga bisa melihat perkembangan Islam yang toleran di Indonesia.

Kirim email ke