Anak milenial yang tak kenal sejarah pasti memusuhi temannya sesama milenial yang belajar sejarah, matematik, fisika, bikin mebel dsb. karena bisa fasih bercerita tentang proyek infrastruktur, bahwa yang diresmikan Jokowi kebanyakan adalah bagian dari proyek strategis nasional yang sudah dirintis pembangunannya oleh rezim-rezim sebelumnya. Termasuk proyek MRT di DKI yang sudah direncanakan tahun '80an. Tentu saja anak milenial yang belajar ini-itu jadi mules menahan ketawa melihat pencitraan seolah semua itu berkat Jokowi. Padahal, sialan, yang diselesaikan rezim Jokowi pun sebagian besarnya cuma proyek bendungan, bandara, dan terutama jalan tol, bukan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar Rakyat seperti perumahan, air bersih, sekolah, puskesmas, listrik dst.
Lantas, apa kabarnya proyek infrastruktur asli Jokowi dalam program yang namanya lucu itu, "tol laut"? Berapa dari puluh proyek pelabuhan yang tidak mandek? Jawabnya pasti pura-pura kaget. --- jetaimemucho1@... wrote: Lagi-lagi cerita bagaimana infrastruktur yang sederhana, tidak mahal, tapi sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari rakyat jelata sama sekali tidak diperhatikan Pemerintah. Untuk bela Jokowi, orang akan bilang itu urusan pemerintah lokal/daerah. Ya betul. Tapi orang juga tahu, kalau Jokowi mau turun tangan, pasti ada jalannya untuk mendorong pemerintah lokal untuk menggunakan dana yang dikucurkan desa. Lha, buktinya, dia juga bisa beli langsung sabun seharga, berapa harganya, bung Ajeg???Yang dibanggakan infrastruktur megah yang hanya dinikmati oleh klas menengah atas dan para turis asing. Jokowi bisa omong langsung ke pemodal asing untuk tanam modalnya di Indonesia, kenapa tidak bisa ngomong langsung ke pemerintah lokal..Mana blusukannya??? Video Keranda Dihanyutkan di Sungai Menuju Pemakaman karena Tak Ada Jembatan,'Biar Pemerintah Tahu' TRIBUN-VIDEO.COM - Viral video keranda mayat dihanyutkan untuk menyebrangi sungai sebelum dikubur. Video tersebut pertama kali diunggah oleh Donny kemudian diunggah ulang oleh akun Facebook Nugroho Krisetyo Lintang pada Selasa (12/2/2019). Menurut keterangan, insiden tersebut terjadi di Gorekan Lor, Cermen Lerek, Kedamean, Gresik, Jawa Timur. Tampak beberapa warga memegangi keranda yang dihanyutkan saat menyeberangi sungai. Sedangkan, beberapa orang lain lainnya terlihat menunggu di ujung sungai untuk membantu mengangkat keranda. Dikutip dari Surya, keranda disebrangkan menuju TPU sempat melalui Kali Lamong, Selasa (12/2/2019). Doni, orang yang mengunggah video, mengatakan warga memperlukan tiga buah ban agar keranda bisa mengapung. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada jembatan penghubung. Sehingga saat musim hujan dan banjir maka keranda dihanyutkan melalui sungai. "Kalau musim kemarau ya melintasi sungai yang kering. Saat hujan harus melewati sungai yang banjir," kata Doni. Doni menambahkan video tersebut sengaja diunggah ke media sosial karena warga sudah mengajukan pembangunan jembatan ke pemerintah namun belum terwujud.. "Biar pemerintah tahu bahwa di Gresik masih ada keadaan yang seperti itu," tukasnya.
