Suka atau tidak, sistem pembayaran di mana-mana harus seragam. Sebab, mau tidak 
mau para operator angkutan sampai penjual sabun harus "bekerjasama" dengan 
perbankan. Sedangkan perbankan terikat permodalan yang di jaman globalisasi 
begini dikuasai jaringan ekspor kapital. Barangsiapa menolak sistem seragam ini 
bakal dicap anti-demokrasi. Begitulah "demokrasi" dijajakan.. Ada yang cukup 
dengan tipu muslihat peraturan (hukum) dan sering juga dengan senjata. 

Makanya ada yang tergopoh-gopoh membangunkan para juragan di pedesaan untuk 
ikut memodali bank di desanya. Dengan iming-iming status juragannya bakal 
meningkat, namanya pasti dikenal orang bank di kota bahkan kabupaten tetangga. 
Semakin besar transaksi desanya semakin terkenal namanya di kalangan perbankan 
nasional yang bagian dari jaringan neoglobal. Opo ora hebatǃ

Nah, sekarang bayar dulu mimpi indah barusan. Gadaikan sawah, kebun, rumahmu, 
yang baru dibagikan sertifikatnya. Rapopo, jangan dikira itu mimpi gratis 
heheh..
--- ilmesengero@... wrote:
Kalau di Swedia, misalnya kota Stockholm ticket untuk metro bisa dipakai untuk 
bus dan trein lokal. Karcisnya ada tahunan,  bulanan,dan  harian, sama 
berlakunya. Untuk karcis harian berlaku 70 menit. Dan bus mau pun metro dan 
train lokal pada umumnya tepat waktu.

Kirim email ke