Akhir pekan enaknya baca yang enteng-enteng. - Setelah UninstallBukalapak, Hastag #ShutdownJokowi Viral
Reporter:Bisnis.com Editor: Ali Akhmad Noor Hidayat Sabtu, 16 Februari2019 09:38 WIB TEMPO.CO,Jakarta- Warganet masih terus menggaungkan tanda pagar (tagar) #UninstallJokowidan #ShutDownJokowi usai Bos Bukalapak Achmad Zaky mencuit soalpresiden baru. Nitizen mengomentari hastag tersebut hingga tagarbertengger di trending topic dunia. Trenkedua tagar tersebut mencuat tidak lama setelah tagar #UninstallBukalapakmenjadi trending topic usai Zaky mengeluarkan cuitannya di Twitter, yangmengangkat topik rendahnya alokasi dana riset dan pengembangan (research and development/R&D)di Indonesia. Kalimat‘presiden baru’ dalam kicauan Zaky mendapat protes dari pendukung Jokowi dengantagar #uninstallbukalapak. Tagaryang mulai ramai sejak Kamis malam 14 Februari 2019 viral. Zaky punmenghapus cuitannya dan memberikan klarifikasi. Tidaklama setelah pendukung Jokowi memviralkan tagar #UnInstallBukalapak, warganetmalah berbalik memviralkan tagar #UninstallJokowi dan tidak lama setelah itu,diikuti dengan viralnya tagar #ShutDownJokowi. Beragamkomentar warganet mengomentari kedua tagar yang lagi mendunia tersebut. Beginibeberapa komentar mereka: @TiffahMin: BukaLapak adalahsatu satunya MarketPlace yang Sahamnya tidak dijual ke asing. Beda ma Gojek,Lazada dll , Nasionalisme-nya Ahmad Zaki tinggi, Maka sebagai anak bangsa,Tentu saya Dukung BukaLapak. @fajarmidnigh: Kejam emangnetizen. #UninstallJokowi #ShutDownJokowi @agus_bragas: Kubu petahanaakan tumbang dengan sendirinya kalau gini. @HerjayaBambang:Gilaaa ini hesteg.. mendunia banget.. Greget...#UninstallJokowi @nitarose38: Selamat pagiiii,masih lanjut #UninstallJokowi ? Makin mantap aja nih guys nembus 370rb. Ga adaperlawanan ga seru yaa hahahaha. GibranRakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Bos Bukalapak.Melalui akun twitter @Chilli_pari, Gibran menilai sikap warganet yangmengkampanyekan #UninstallBukalapak terlalu berlebihan dan norak. On Friday, February 15, 2019, 10:04:01 PM GMT+7, ajeg wrote: Bagi sebagian orang barangkali mengherankan, kok ada kubu peserta pemilu yang kampanyenya begitu "desperately seeking susan" sehingga hasilnya malah merugikan populisme sang capres. Itu kalau dilihat sekilas pandang. Kalau dipandang dari realitas politik, jelas sensitivitas pendukung capres nolsatu itu dipicu pembawaan Jokowi yang membingungkan. Di satu sisi Jokowi rajin mendatangi kelompok-kelompok masyarakat (dari penjual sabun, pesantren, sampai pensiunan jendral) untuk disapa, diajak potrek bersama, tetapi cuma diposisikan sebagai penggembira atau malah figuran, di sisi lain kelihatan dia lebih mengandalkan status petahananya yaitu loyalitas dukungan dari birokrasi, koalisi, dan relasi, yang justru semakin merusak citra pencalonannya. - Usai TwitPresiden Baru, CEO Bukalapak Minta Maaf ke Pendukung Jokowi Reporter: MuhammadHendartyoEditor: Martha Warta Silaban Jumat, 15 Februari 2019 08:36 WIB TEMPO.CO,Jakarta - Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf kepada pendukungPresiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal itu dia lakukan usai menulis twit ihwalindustri 4.0 yang menginggung presiden baru. "Buatpendukung Pak Jokowi, mohon maaf jika ada yang kurang sesuai kata-kata sayajadi misperception," tulis akun @achmadzaky, Kamis, 14 Februari 2019. Zaky mengatakan kenal dengan Jokowi sebagai orang yangbaik. "Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama-sama orangSolo)," tulis akun itu. Zaky menegaskan tidak ada niat buruk dari tweetnyaitu. Sebelumnya Zaky mengatakan omong kosong industri 4.0 kalau budgetriset dan pengembangan negara seperti saat ini. Dia menunjukkan dataperbandingan dana tersebut dengan negara-negara lain. Dia menuliskan dana riset dan pengembangan di Amerikasebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar,Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar."Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," tulis akun @achmadzaky. Pada pukul 22.40 tagar #uninstallbukalapak menjadiviral dan telah ditwit mencapai 5.100. Achmad Zaky belum merespons pertanyaanTempo ihwal twit tersebut. Beberapawaktu kemudian, akun itu kembali menulis bahwa twit yang dia buat telah viral."Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara 'presiden baru', maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovationbudget," tulis akun @achmadzaky. MenurutZaky, tujuan dari tweetnya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50tahun ke depan, Indonesia perlu investasi di riset dan sumber daya manusiakelas tinggi. Dia mengatakan jangan sampai Indonesia kalah sama negara-negaralain. Zakyjuga mengatakan selama ini kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia sangatmenyemangati Bukalapak. "Semoga ke depannya industri teknologi atauindustri berbasis pengetahuan semakin maju," ujar Zaky. Pada pukul 23.30tagar #uninstall bukalapak sudahditwit mencapai 10.700 kali.
