Selama nggak ganggu mebelnya semua urusan
di dunia ini dia anggap enteng, serba rapopo. Kan gitu yang dia kerjakan selama
4 tahun ini,
giat memperpanjang mebel tahta.
--- jonathangoeij@... wrote:
yang jadi pertanyaan besar adalah: visi itu hanya sekedar tertulis biar
kelihatan bagus ataukah akan dijalankan?
bagamana dengan pelaksanaan visi 2014 sampai sekarang ini?
- bagaimana dengan Kendeng?- bagaimana dengan Freeport?- dll segudang?
--- j.gedearka@... wrote :
http://mediaindonesia.com/read/detail/217372-visi-lingkungan-jokowi-lebih-jelas
Visi Lingkungan Jokowi Lebih Jelas
Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Sabtu, 16 Feb 2019, 12:41 WIB Politik dan
Hukum
ANTARA/David Muharmansyah
ORGANISASI Poros Hijau Indonesia (PHI) menilai visi dan misi bidang lingkungan
milik paslon 01 Jokowi-Ma'ruf lebih konkret ketimbang paslon 02
Prabowo-Sandiaga. Hal itu berkaca dari perbandingan dokumen visi dan misi kedua
paslon yang disetorkan ke KPU.
"Isu lingkungan di mata Jokowi-Ma'ruf Amin ada di poin 4 yaitu 'mencapai
lingkungan hidup yang berkelanjutan.' Bagaimana hal itu dijelaskan sangatlah
menarik. Disebutkan pembangunan ekonomi harus memperhatikan daya dukung
lingkungan hidup agar pembangunan menjadi berkelanjutan," kata Koordinator PHI
Rivani Noor melalui keterangan pers di Jakarta, Sabtu (16/2).
Menurutnya, Jokowi menempatkan lingkungan hidup secara relasional dengan
ekonomi. Konsepnya, pembangunan ekonomi berkelanjutan dibangun dengan wajib
memerhatikan daya dukung lingkungan.
Sementara itu, terdapat tiga strategi besar untuk mencapai visi tersebut, yaitu
pengembangan kebijakan tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, serta
penegakan hukum dan rehabilitasi lingkungan hidup.
Baca juga: Pengamat Prediksi Debat Kedua Pilpres Jadi Panggungnya Nomor 01
Sementara itu, visi lingkungan di mata Prabowo-Sandi yang menyebutkan
'membangun perekonomian nasional yang adil, berkualitas, dan berwawasan
lingkungan dengan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui jalan
politik-ekonomi sesuai pasal 33 dan 34 UUD Negara Republik Indonesia Tahun
1945', dinilai kurang tajam.
"Di situ terlihat bahwa lingkungan disebutkan sebagai wawasan dalam membangun
perekonomian nasional—yang berarti menjadi salah satu sifat cita-cita ekonomi
yang hendak dibangun. Ini mirip dengan apa yang dinyatakan dalam visi Joko
Widodo, lantaran bersifat relasional dengan ekonomi. Tetapi, relasi tersebut
tidak jelas benar bagaimana sifatnya," ujarnya.
Strategi lingkungan paslon 02 menyebutkan peran aktif mengatasi perubahan iklim
global, memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pemilik perusahaan yang
terlibat dalam pembalakan liar, kebakaran hutan dan pembunuhan hewan langka
yang dilindungi, merevitalisasi usaha-usaha pelestarian lingkungan menggunakan
kearifan lokal, dan meningkatkan perlindungan hewan langka dengan meningkatkan
luasan area perlindungan dan konservasi.
"Dibandingkan dengan 3 strategi yang diajukan Jokowi (pengembangan kebijakan
tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, serta penegakan hukum dan
rehabilitasi lingkungan hidup), keempat strategi Prabowo Subianto tampak lebih
‘berantakan’ tidak ada konvergensi yang diperlihatkan juga tanpa ada peririsan
yang jelas," ungkap Rivani.
Menurutnya, kubu Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan hanya bisa berkelanjutan
apabila ekonomi dibangun dengan memerhatikan daya dukung lingkungan hidup.
Artinya, pembangunan berkelanjutan adalah cita-citanya, dan hubungan antara
ekonomi dengan daya dukung lingkungan dirumuskan dengan cita-cita itu. (OL-2)