Kerpek-an salah???
 ---
 

 "Di bidang beras sejak 2014 sampai sekarang impor kita turun dan produksi 
beras kita tahun 1984 swasembada memang sebanyak 21 juta ton produksi beras. 
Namun sekarang produksi kita mencapai 33 juta ton. Konsumsi kita itu saat ini 
29 juta ton, artinya ada stok atau surplus sebanyak 2,8 juta ton. Kita itu 
surplus," jelas dia.

 ...
 - 2013: 472,66 ribu ton
 - 2014: 844,16 ribu ton
 - 2015: 861,60 ribu ton
 - 2016: 1,2 juta ton
 - 2017: 311,52 ribu ton
 - 2018: 2,25 juta ton
 

 
 Terlihat, impor beras justru naik di era Jokowi, sempat turun pada 2017, 
kemudian kembali meroket menembus 2,25 juta ton 2018.  "Impor beras  
https://www.liputan6.com/news/read/3886814/komisi-ii-dprd-oku-timur-sidak-gudang-beras-bulogdi
 2018 jadi yang tertinggi kedua sejak 2000. Tertinggi pertama yaitu pada 2011," 
ujar peneliti Indef Rusli Abdulah, padas 14 Februari 2019 kemarin.
 ...
 [Cek Fakta] Jokowi Sebut Impor Beras Turun, Buktinya? 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
 https://www.liputan6.com/me/tommykurnia Tommy Kurnia 
https://www.liputan6.com/me/tommykurnia 17 Feb 2019, 23:10 WIB


 

 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya#
 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://twitter.com/intent/tweet?text=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://plus.google.com/share?url=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
mailto:?to=&subject=%5BLIPUTAN6%5D%20%5BCek%20Fakta%5D%20Jokowi%20Sebut%20Impor%20Beras%20Turun%2C%20Buktinya%3F&body=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fbisnis%2Fread%2F3897475%2Fcek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya

 
Presiden Joko Widodo meninjau Gudang Beras Bulog, Jakarta, Rabu (25/2/2015). 
Presiden Jokowi memerintahkan Bulog menggelontorkan semua stok beras di gudang 
Bulog agar harga beras di pasaran normal kembali. (Liputan6.com/Faizal Fanani) 
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut produksi beras 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3887316/bulog-ingin-ekspor-beras-ombudsman-ingatkan-hati-hati
 Indonesia mencapai 33 juta ton. Ini ia jadikan unggulan ketika berdebat 
melawan Prabowo Subianto di debat capres kedua.
 

 Jokowi menyebut hal itu sebagai penjelasan mengapa butuh impor beras di masa 
panen. Ia pun mengklaim impor beras semakin turun
 

 
 "Di bidang beras sejak 2014 sampai sekarang impor kita turun dan produksi 
beras kita tahun 1984 swasembada memang sebanyak 21 juta ton produksi beras. 
Namun sekarang produksi kita mencapai 33 juta ton. Konsumsi kita itu saat ini 
29 juta ton, artinya ada stok atau surplus sebanyak 2,8 juta ton. Kita itu 
surplus," jelas dia.
 

 Perihal produksi, klaim Jokowi ada benarnya karena per Oktober 2018, produksi 
beras adalah sepanjang 32,4 juta ton. Itu turun dari target produksi 
Kementerian Pertanian sebesar 48 juta ton.
 

 Bagaimana klaim tentang impor beras  
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3895916/bantah-prabowo-menko-darmin-sebut-harga-beras-di-jepang-lebih-mahalturun?
 Bila melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), klaim Jkowi ternyata salah. 
Pasalnya, tahun lalu impor beras malah naik. Berikut datanya:
 - 2013: 472,66 ribu ton
 - 2014: 844,16 ribu ton
 - 2015: 861,60 ribu ton
 - 2016: 1,2 juta ton
 - 2017: 311,52 ribu ton
 - 2018: 2,25 juta ton
 

 
 Terlihat, impor beras justru naik di era Jokowi, sempat turun pada 2017, 
kemudian kembali meroket menembus 2,25 juta ton 2018.  "Impor beras  
https://www.liputan6.com/news/read/3886814/komisi-ii-dprd-oku-timur-sidak-gudang-beras-bulogdi
 2018 jadi yang tertinggi kedua sejak 2000. Tertinggi pertama yaitu pada 2011," 
ujar peneliti Indef Rusli Abdulah, padas 14 Februari 2019 kemarin.
 

 Indef: Impor Beras 2018 Terbesar Kedua Setelah 2011 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya#
 
https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://twitter.com/intent/tweet?text=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://plus.google.com/share?url=https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
mailto:?to=&subject=%5BLIPUTAN6%5D%20%5BCek%20Fakta%5D%20Jokowi%20Sebut%20Impor%20Beras%20Turun%2C%20Buktinya%3F&body=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Fbisnis%2Fread%2F3897475%2Fcek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya
 
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3897475/cek-fakta-jokowi-sebut-impor-beras-turun-buktinya

Jumlah impor beras tertinggi tidak terletak pada Pemerintahan Jokowi-JK, 
seperti disampaikan Ekonom INDEF Drajad Wibowo.
 
 Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, impor 
beras yang dilakukan Indonesia merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan. 
Bahkan dalam 18 tahun terakhir, impor beras pada 2018 merupakan yang tertinggi 
kedua setelah 2011.
 

 Peneliti Indef Rusli Abdulah mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat 
Statistik (BPS), sejak 2000 tren impor beras yang dilakukan Indonesia 
berfluktuatif.  Ada kalanya melonjak tinggi atau lebih rendah. 
 

 Dia mengatakan, secara garis beras impor beras kecenderungannya meningkat di 
tahun-tahun mendatang. Hal ini jika pemerintah tidak melakukan antisipasi 
dengan mendorong peningkatan produksi di dalam negeri.
 

 ‎"Ini (impor beras) bisa meningkat, mengingat konsumsi meningkat. Tapi 
untungnya kita sudah punya data yang valid," tandas dia.
 

 Dia membeberkan, pada tahun 2000, impor beras tercatat sebesar 1,35 juta ton. 
Kemudian naik pada 2001 mencapai 644 ribu ton, 2002 sebanyak 1,8 juta ton, 2003 
sebanyak 1,4 juta ton, 2004 sebanyak 236 ribu ton, 2005 sebanyak 189 ribu ton, 
2006 sebanyak 438 ribu ton.
 Kemudian 2007 sebanyak 1,4 juta ton, 2008 sebanyak 289 ribu ton, 2009 sebanyak 
250 ribu ton, 2010 sebanyak 687 ribu ton.
 

 Kemudian pada 2011 sebanyak 2,75 juta ton, 2012 sebanyak 1,81 juta ton, 2013 
sebanyak 472 ribu ton, 2014 sebanyak 844 ribu ton. Selanjutnya di 2015 sebanyak 
861 ribu ton, 2016 sebanyak 1,28 juta ton, 2017 sebanyak 305 ribu ton dan 2018 
sebanyak 2,25 juta ton.

Kirim email ke