Seperti biasa, Jokowi pinter ngeles. Kali ini kementrian jadi kambing hitam..
Persoalannya kan, kenapa Jokowi tidak punya data sendiri? Atau, periksa dulu 
data dari kementrian itu. Minimal ikuti beritalah. Seperti data impor jagung 
itu, kan konyol. Sehari sebelum debat BPS umumkan angka 737 ribu ton, tapi 
Jokowi bilang cuma 180 ribu ton. Belum data kebakaran hutan dll.
Data salah ini bukan pertamakali. Sering. 
Paling memuakkan waktu dia baca pidato 60 tahun KAA. Intinya mengajak dunia 
membuang WB dan IMF. Lalu ngeles dengan sejuta alasan. Paling lucu sih waktu 
pidato (baca juga) Blitar adalah kota kelahiran Bung Karno.
Seperti cd player.. 

---jonathangoeij@... wrote:
itu si Jokowi memang salah data atau sengaja kasih data yg salah?
--- ajegilelu@... wrote :

Tadi malam itu pidato data. 
Ditanggapi dengan mesam-mesem.

--- ilmesengero@... wrote:
Saya kira ada perbedaan antara debat dan diskusi. Debat itu seperti perang 
untuk menang, jadi "dilarang" menyetujui apa yang diucapkan lawan, sedangkan 
dalam diskusi adalah untuk mencari kesimpulan bersama atau barangkali yang 
disebut konsensus jadi bisa membenarkan apa yang dikemukan kawan berdiskusi
On Mon, Feb 18, 2019 at 5:02 AM ChanCT wrote:
Saat Prabowo Akui Kinerja Jokowi di Debat Capres
   Reporter:Antara  Editor: Dewi Rina Cahyani  Senin, 18 Februari 2019 09:14 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi (kiri) berjabat tangan dengan 
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Ketua KPU Arief 
Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, 
Ahad, 17 Februari 2019. ANTARA/Akbar Nugroho Gum
TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengakui 
hasil kinerja capres nomor urut 01 Joko Widodo untuk beberapa hal seperti 
menghentikan kebakaran hutan dan pembersihan sungai. "Saya tentunya selalu 
menghargai kalau ada tindakan-tindakan yang benar-benar melaksanakan fungsi di 
pemerintahan," kata Prabowo dalam debat capres 2019 putaran kedua di Jakarta, 
Minggu malam, 17 Februari 2019. Berita terkait:  Jokowi Tanya Unicorn, Prabowo: 
Yang Online-online Itu? 
Prabowo menanggapi pernyataan Jokowi dalam sesi debat tentang sumber daya alam 
dan lingkungan hidup. Meskipun pemerintahan Jokowi menorehkan prestasi, kata 
Prabowo, masih banyak perusahaan lain yang melakukan perusakan lingkungan, yang 
perlu ditindak tegas.
 
"Jadi saya dalam hal ini mengakui, kalau demikian prestasi bapak ya kita 
hormati, kita akui dan kita dukung karena masalah tanah lingkungan hidup ini 
adalah masalah kita bersama, tapi saya juga mengikuti banyak sekali perusahaan 
yang sangat besar yang meninggalkan pencemaran-pencemaran lingkungan yang 
sangat besar dan yang nilainya jauh di atas yang bapak sebutkan tadi," ujarnya 
di debat capres.
 
Untuk itu, dia mengatakan perlu adanya penyelidikan mendalam untuk memberantas 
perusahaan yang melakukan kerusakan lingkungan dalam praktik usahanya seperti 
membakar hutan untuk membuka lahan. "Saya kira ada saatnya nanti perlu ada 
investigasi lanjutan tapi saya kira sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan 
pakar di kalangan pengamat bahwa pelanggaran lingkungan hidup banyak sekali 
dilakukan dan masih merupakan PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua," ujarnya.
  
ADVERTISEMENT
  
Dalam debat itu, Jokowi mengklaim salah satu upaya sehingga dapat mengatasi 
kebakaran hutan, lahan dan gambut dalam tiga tahun belakangan adalah penegakan 
hukum yang tegas terhadap siapapun. Dia mengatakan sudah ada 11 perusahaan yang 
diberikan sanksi denda sebesar Rp18,3 triliun.
 
"Kenapa sekarang semua takut dengan urusan kebakaran hutan dan ilegal logging? 
Karena kita tegas menegakkan hukum terhadap pelanggar-pelanggar,perusak 
lingkungan," ujar Jokowi di debat capres. Dia juga menyampaikan telah memulai 
membersihkan kembali sungai-sungai termasuk sungai Citarum sebagai bagian dari 
upaya mengatasi masalah lingkungan hidup.
 
ANTARA
  

Kirim email ke