https://news.detik.com/berita/d-4440933/jk-pilih-pemimpin-yang-tidak-otoriter-dan-nepotisme?tag_from=wp_wm_berita_6&_ga=2.206171482.814231618.1550949491-891013223.1550949491
Sabtu 23 Februari 2019, 21:42 WIB
JK: Pilih Pemimpin yang Tidak Otoriter dan
Nepotisme
Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4440933/jk-pilih-pemimpin-yang-tidak-otoriter-dan-nepotisme?tag_from=wp_wm_berita_6&_ga=2.206171482.814231618.1550949491-891013223.1550949491#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4440933/jk-pilih-pemimpin-yang-tidak-otoriter-dan-nepotisme?tag_from=wp_wm_berita_6&_ga=2.206171482.814231618.1550949491-891013223.1550949491#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4440933/jk-pilih-pemimpin-yang-tidak-otoriter-dan-nepotisme?tag_from=wp_wm_berita_6&_ga=2.206171482.814231618.1550949491-891013223.1550949491#>
31 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4440933/jk-pilih-pemimpin-yang-tidak-otoriter-dan-nepotisme?tag_from=wp_wm_berita_6&_ga=2.206171482.814231618.1550949491-891013223.1550949491#>
JK: Pilih Pemimpin yang Tidak Otoriter dan Nepotisme Foto: Wapres JK di
Silatnas Institut Lembang Sembilan (Azizah-detikcom)
*Jakarta* - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)
<https://www.detik.com/tag/wapres-jk> berbicara mengenai pemimpin yang
disukai rakyat dan akan dipilih. JK meminta untuk memilih pemimpin yang
tidak otoriter serta tidak melakukan nepotisme.
Hal tersebut disampaikan JK saat memberikan sambutan dalam pembukaan
Silaturahmi Nasional (Silatnas) Institut Lembang Sembilan di Hotel Arya
Duta, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019). JK awalnya menjelaskan
tahapan-tahapan sehingga seseorang dapat dipilih dalam pemilu.
"Pada dasarnya pemilu itu ada 3 tahapnya, dikenal, disukai, dan dipilih.
Kalau kita tidak kenal, kita tidak mungkin disukai. Kalau tidak disukai,
tidak mungkin dipilih. Karena itu kita harus menjelaskan sehingga orang
mengetahui, dan orang juga menyukai dan kemudian memilih. Itu
langkah-langkah daripada cara kita menjelaskan pada masyarakat apa yang
kita harus arahkan," ujar JK.
*Baca juga: *BPN Prabowo Vs TKN soal Jokowi Tiru Pidato Kebangsaan
<https://news.detik.com/read/2019/02/23/195221/4440918/10/bpn-prabowo-vs-tkn-soal-jokowi-tiru-pidato-kebangsaan>
Pada kesempatan tersebut, JK juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah
mengusulkan diri untuk menjadi wakil presiden. Ia selalu diminta baik
pada waktu mendampingi mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya dalam proses pemilu, itu tidak pernah mengusulkan. Selalu saya
diminta. Saya tidak pernah meminta untuk jadi wapres. Saya selalu
diminta untuk jadi wapres sejak zaman Pak SBY, Pak Jokowi. Waktu mau
jadi presiden itu terpaksa. Kenapa terpaksa? Karena Golkar partai paling
besar. Masa partai paling besar nggak punya calon. Maka tidak bergabung
lagi dengan Pak SBY. Maka dibutuhkan harkat partai, karena saya bilang
harkat partai perlu dijaga, partai besar harus juga mempunyai calon yang
baik. Otomatis ketua umum menjadi calon yang baik. Semua orang
mengusulkan ketua umum. Tapi seperti kita ketahui, tidak mudah melakukan
itu," jelasnya.
Terkait Pemilu 2019 ini, JK mengimbau untuk memilih pemimpin terbaik
yang paling disukai. Namun, menurutnya, penting juga untuk belajar dari
sejarah negara lain seperti Venezuela yang tengah bangkrut karena
pemimpin yang otoriter.
"Hari ini kalau lihat di TV bagaimana Venezuela, negara yang paling
tinggi cadangan minyak di dunia tapi dia jatuh termasuk negara termiskin
di dunia. Artinya lebih banyak utang daripada harta, padahal negara kaya
pada dasarnya. Ya karena otoriter dan nepotisme," ucap JK.
"Maka semua negara-negara yang otoriter, kita lihat semua negara Timur
Tengah otoriter dan selalu bergabung dengan nepotisme. Suriah otoriter,
Irak otoriter, Libia otoriter, kemudian banyak negara lain seperti itu,
semuanya rusak," imbuhnya.
*Baca juga: *Soal Konvensi Rakyat, BPN: Silakan kalau Mau Tiru Cara
Prabowo
<https://news.detik.com/read/2019/02/23/201101/4440872/10/soal-konvensi-rakyat-bpn-silakan-kalau-mau-tiru-cara-prabowo>
Oleh karena itulah JK meminta Indonesia dijaga agar jangan sampai
mengalami hal seperti Venezuela. JK meminta untuk memilih pemimpin yang
tidak otoriter dan melalukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
"Maka itu lah kita harus menjaga bangsa ini untuk tidak mengalami
seperti itu. Lepas daripada saya ada di situ dan tidak ada di situ,
bukan persoalan. Karena itu saya harapkan kita menjaga kepentingan
bangsa kita. Sehingga pemimpin yang kita pilih itu kemudian tidak
menjadi otoriter dan KKN," tutur JK.
*(azr/rvk)
*
**