Kok bisa PT Telkom yang berpengalaman menangani satelit kalah tender dari 
perusahaan linting rokok? Kalah di fase teknis pula. Lalu, kenapa 
operasionalnya di tangan swasta / konsorsium asing? Siapa pihak asing itu? 

Hebat ah, kerja pemerintah nantinya cuma tinggal bayari cicilan selama 15 
tahun... Memangnya berapa umur satelit ini?

Jokowi lupa nih pada janjinya untuk membeli kembali Indosat yang tempohari 
dijual ibuk tersayang. 

(lupa apa cuma ngibul?)

-

RI Mau Bangun SatelitMultifungsi Rp 8 Triliun, Untuk Apa?

News- MonicaWareza, CNBC Indonesia 24 February 2019 18:50
Jakarta,CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi danInformatika sedang 
mempersiapkan proses pembuatan satelit multifungsi milikpemerintah yang 
ditargetkan dapat selesai pada 2022 nanti. Tahun ini targetnyaproses fabrikasi 
sudah dapat dilakukan oleh perusahaan pemengang lelang.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi 
(BAKTI)Kemenkominfo Anang Latif mengatakan saat ini tinggal dua perusahaan yang 
adadalam tahap terakhir proses lelang tersebut. Perusahaan tersebut antara lain 
PTPasifik Satelit Nusantara (PSN) dan PT iForte Solusi Infotek, subsidiari 
dariPT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan bagian dari Grup 
Djarum.

"Baru mulai tahun ini kontraknya, lelangnya hampir selesai. Salah satunyaada 
PSN dan ada iForte grup Djarum konsorsium dengan asing. Telkom tidak lolosfase 
teknis," kata Anang kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Minggu(24/2/2019).


Pembangunansatelit ini memiliki anggaran belanja modal (capital 
expenditure/capex) senilaiRp 8 triliun. Skema pembangunan satelit ini adalah 
kemitraan pemerintah danbadan usaha (KPBU).

Itu artinya, siapapun pemenang tender nanti akan mempersiapkan pendanaan 
danmencari mitra yang akan membangun, meluncurkan dan operasional satelit 
hingga15 tahun.
Untuk kapasitas internetnya, satelit multifungsi ini disebut-sebut 
akanberkapasitas 150Gbps, 10 kali lipat dibanding dengan ketersediaan kapasitas 
diIndonesia saat ini yang hanya sebesar 15Gbps saja.


"Pihak pemenang kan juga akan mengoperasikan tapi kapasitasnya seluruhnyamilik 
pemerintah," tegas dia.Nantinyaketika sudah beroperasi, menurut Anang, 
pemerintah akan mencicil seluruhbiayanya tiap bulan selama 15 tahun.
"Skemanya pembayarannya selama 15 tahun setiap bulan bayar 
pengembalianinvestasi cicil 0% setiap bulan," tutup dia.
Dengan beroperasinya satelit ini, maka pemerintah tak lagi perlu untuk 
menyewasatelit dari swasta untuk memastikan ketersediaan akses internet di 
seluruhIndonesia. Saat ini pemerintah sudah menyewa satu satelit milik PSN 
yangdiluncurkan pada akhir pekan lalu, sementara empat satelit sewaan lain 
sedangmenunggu proses.
(miq/miq)


Kirim email ke