https://www.jawapos.com/jpg-today/01/03/2019/pakai-kondom-rp-800-ribu-nggak-pakai-kondom-tarif-lebih-mahal

Prostitusi Online Bontang
Pakai Kondom Rp 800 Ribu, Nggak Pakai Kondom Tarif Lebih Mahal

*BERITA DI SEKITAR ANDA* <https://www.jawapos.com/jpg-today>

 01 Maret 2019, 05:30:59 WIB

[image: Pakai Kondom Rp 800 Ribu, Nggak Pakai Kondom Tarif Lebih Mahal]GERMO
MUDA: RR nekat jadi germo karena butuh uang demi bertahan hidup. (Dok.
Bontang Post (Jawa Pos Group))

Share this

*JawaPos.com* - Prostitusi online yang melibatkan pelajar di Bontang,
Kalimantan Timur, membuat banyak pihak tercengang. Jaringannya
terorganisasi dengan baik. Terbukti dengan adanya penghubung atau
muncikari, serta tarif yang dipatok.

Dua di antara tiga pelaku yang terlibat merupakan anak di bawah umur.
Bunga, 14,–bukan nama sebenarnya—selaku korban atau yang menjajakan diri.
Adapun RR, 18, dan NR, 16, adalah penghubung. Bunga dan NR merupakan anak
putus sekolah.

Tarif yang dikenakan bukan sekadar Rp 400–800 ribu untuk *short time* saja.
Ada ketentuan lain ketika pelanggan ingin menyelesaikan birahinya hingga
tuntas.

Tarif Rp 700 ribu itu jika pelanggan mau memakai pengaman alias kondom.
"Kalau tidak pakai alat kontrasepsi, tarifnya lebih mahal," aku Bunga
kepada polisi, sikutid dari *Bontang Post (Jawa Pos Group),* Jumat (1/3)

Pelanggannya sudah sekitar 20 orang. Dalam sehari Bunga bisa melayani 3–4
pelanggan.

Rata-rata pelanggannya lelaki yang biasa dipanggil oom. Tersangka RR
mengaku sempat ada pelanggan dari kalangan pelajar, namun mereka menolaknya..

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, tersangka RR
dan NR banyak tertutup. Pun dalam hal jumlah pekerjanya alias wanita yang
menjajakan diri.

"Masih tertutup tersangkanya, makanya mau dikembangkan lagi," ujar Ferry.

Kata dia, saat dipancing *chatting* melalui media sosial, tersangka
memamerkan berbagai macam model foto. Usai melakukan negosiasi secara
*online*, komunikasi dilanjutkan melalui aplikasi WhatsApp untuk bertemu di
salah satu hotel melati di Kota Taman.

"Harga sudah sepakat, sang papi (RR) mengantarkan Bunga ke lokasi yang
disepakati," sebutnya.

Saat penawaran harga awal Rp 1 juta untuk sekali kencan. Negosiasi
dilakukan agar turun harga hingga Rp 700 ribu.

"Mereka minta bayar di awal Rp 200 ribu untuk buka kamar, sisanya dibayar
saat Bunga dibawa ke kamar," ungkapnya.

Bunga dan RR merupakan anak putus sekolah yang tinggal di kostan di kawasan
Lengkol Tanjung Laut. "Dari pengakuan Bunga, tersangka NR juga pernah
bekerja seperti dirinya (jual diri)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Polres Bontang mengungkap kasus prostitusi *online* yang
melibatkan pelajar di Kota Taman. Dua tersangka diamankan Kamis (21/2) lalu
di salah satu hotel melati. Kedua tersangka kini sedang menikmati dinginnya
jeruji besi

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Jpg

Kirim email ke