Indonesia hanya mengenal Sila Ketuhanan.Tidak ada sila keagamaan.

Mau menuhankan duit ya rapopo.
Gitu aja kok peot.

   --- SADAR@... wrote:

Ketum PBNU: Tidak Boleh Warga Negara Indonesia Tak Beragama
 CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 12:09 WIB

Ketua PBNU Said Aqil Siroj. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) Banjar, Jawa Barat, 
CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil 
Siroj menyatakan tidak boleh ada warga negara Indonesia yang tak memeluk agama. 
Oleh karena itu, kata Said terdapat Kementerian Agama yang dibentuk pemerintah.
 
 "Tidak boleh ada warga negara Indonesia yang tidak beragama. Maka ada 
kementerian Agama, tapi tidak ada darul fatwa," kata Said dalam sambutan 
penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 
(NU), di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, 
Jumat (1/3).
 
 Said mengungkapkan pernyataan tersebut untuk menegaskan bahwa Indonesia bukan 
negara darul fatwa. Said tak menjelaskan lebih lanjut makna darul fatwa.. Dia 
hanya berkata tak boleh ada satu pun lembaga yang boleh mengeluarkan fatwa 
selain Mahkamah Agung (MA).
 
 "Nahdlatul Ulama tidak kenal istilah fatwa, adanya cuma hasil Musyawarah 
Nasional Alim Ulama. Karena Indonesia bukan negara agama, beda dengan Timur 
Tengah yang ada mufti," ujarnya.
"Maka NU menegaskan tidak satu pun lembaga yang berhak mengatasnamakan dirinya 
sebagai mufti, memegang otoritas fatwa," kata Said melanjutkan.
 
 Selain itu, Said menyampaikan bahwa dalam sistem kewarganegaraan pada suatu 
negara-bangsa, termasuk Indonesia, tak dikenal istilah kafir. 
 
 "Maka setiap warga negara memiliki kedudukan dan hak yang sama di mata 
konstitusi," kata Said.

Said menjelaskan bahwa istilah kafir berlaku saat Nabi Muhammad SAW menyebut 
orang-orang yang menyembah berhala dan tidak memiliki agama serta kitab suci di 
Kota Mekkah. Namun, kata Said, ketika Nabi Muhammad tinggal di Madinah, ia 
sudah tak menggunakan istilah tersebut.
 
 "Tidak ada istilah kafir untuk warga Madinah, yang nonmuslim, ada tiga suku 
nonmuslim, disebut nonmuslim tidak disebut kafir. Ini harus kami jelaskan 
secara ilmiah, enggak apa-apa saya sendiri juga dikafirkan orang," ujarnya..
 
 Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.. 
Sebelumnya acara tersebut dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu 
27 Februari 2018.
(fra/wis)

Kirim email ke