*Kalau Habib di tanah leluhur sudah enak-enak di bawah pohon kurma menghirup udara segar berangin sepoi-sepoi basah dan semua ongkos kehidupan dijamin, apakah Habib mau kembali ke NKRI yang sering dilanda gempa bumi, hujan lebat – banjir dan tanah longsor serta tsunami?*
https://suara-islam.com/prabowo-begitu-menang-saya-kirim-pesawat-sendiri-untuk-jemput-habib-rizieq/ *Prabowo: Begitu Menang, Saya Kirim Pesawat Sendiri untuk Jemput Habib Rizieq* 27 Februari 2019 1 minute read Cetak Google+ Twitter Facebook Prabowo bersama Ulama di Madura *Madura (SI Online)* – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berjanji setelah memenangi Pilpres 2019, dirinya akan membawa kembali Imam Besar Habib Rizieq Syihab ke Indonesia dari Tanah Suci Mekah.Tak tanggung-tanggung, penjemputan itu bakal menggunakan pesawat pribadi Prabowo. Prabowo menjelaskan, Habib Rizieq telah difitnah dan dizalimi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menyukainya. Hal ini disampaikan Prabowo saat berkunjung dan bersilahturahmi dengan pimpinan Ponpes Mamba’ul Ulum Raden Kiyai Haji Mohammad Tohir Zain beserta para ulama, santri dan masyarakat Pamekasan di Ponpes Mamba’ul Ulum, Bata-bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2/2019). “Dalam ijtima yang kedua, saya sudah mengatakan begitu saya menang saya akan mengembalikan Habib Rizieq Shihab kembali. Saya akan kirim pesawat saya sendiri untuk menjemput beliau. Beliau difitnah dan dizalimi,” tegas Prabowo. Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu juga menegaskan bahwa selain ulama, dirinya juga akan membela dan membebaskan para tokoh masyarakat serta para emak-emak yang dipenjara akibat praktik persekusi dan dizalimi oleh pihak tertentu. “Semua ulama yang dizalimi, semua ulama yang dipersekusi akan kita bela, akan kita bebaskan. Emak-emak yang ditahan juga akan kita bela, akan kita bebaskan,” ungkapnya. Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa kedatangannya ke Ponpes Mamba’ul Ulum ini bukan untuk melakukan kampanye, melainkan untuk memohon doa restu agar perjuangannya menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud. “Jadi saya ke sini tidak minta dukungan, tetapi di dalam hati saya berharap dukungan. Boleh dong. Mudah-mudahan harapan tidak dilarang di Indonesia. Saya datang minta doa kepada ulama kepada Kyai, para habaib para ustaz dan ustazah kita dan para santri dan santriwati saya mohon doanya,” imbuhnya. sumber: viva
