https://tirto.id/kebebasan-pers-di-ri-memburuk-kepercayaan-internasional-bisa-turun-dihy
Kebebasan Pers di RI Memburuk,
Kepercayaan Internasional Bisa Turun
(Ilustrasi) Puluhan jurnalis menggelar aksi Hari Kebebasan Pers Sedunia
di jalan MT Haryono, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/5/2018).
ANTARA FOTO/Jojon
<https://tirto.id/kebebasan-pers-di-ri-memburuk-kepercayaan-internasional-bisa-turun-dihy>
(Ilustrasi) Puluhan jurnalis menggelar aksi Hari Kebebasan
Pers Sedunia di jalan MT Haryono, Kendari, Sulawesi
Tenggara, Kamis (3/5/2018). ANTARA FOTO/Jojon
Oleh: Adi Briantika - 4 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
/AJI Jakarta menyatakan kepercayaan publik internasional kepada
pemerintah Indonesia bisa merosot jika kebebasan pers di dalam negeri
terus memburuk./
tirto.id <https://tirto.id/> - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Jakarta, Asnil Bambani Amri mengingatkan kasus kekerasan terhadap
wartawan yang terus muncul dapat memperburuk citra Indonesia di mata
publik internasional.
"Jika Indeks Kebebasan Pers di Indonesia semakin melorot, kepercayaan
dunia internasional terhadap negara ini dapat luntur. Indonesia akan
dipandang sebelah mata," kata Asnil di Sekretariat AJI Jakarta, Jakarta
Selatan pada Minggu (3/3/2019).
Asnil menyatakan hal itu dalam diskusi bertajuk "Intimidasi Jurnalis,
Cederai Demokrasi" yang digelar oleh AJI Jakarta dan LBH Pers Jakarta.
Baca juga:Intimidasi Jurnalis di Acara 212: Pelanggaran UU Pers & Pidana
<https://tirto.id/intimidasi-jurnalis-di-acara-212-pelanggaran-uu-pers-pidana-dhyT>
Dia menjelaskan Indonesia cuma menduduki peringkat 124 dari 180 negara
dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia Tahun 2018 versi Repoters Without
Borders. Posisi Indonesia bahkan jauh di bawah Timor Leste yang
menempati peringkat 93 dalam indeks tersebut.
Asnil menambahkan peningkatan kasus kekerasan terhadap jurnalis di
Indonesia juga dapat mencederai proses demokrasi. Dia khawatir kasus
kekerasan terhadap jurnalis akan terus bertambah pada tahun politik
seperti saat ini.
“Apalagi kasus-kasus ini [kekerasan terhadap jurnalis] tidak ada yang
sampai ke pengadilan," kata dia.
Baca juga:AJI Jakarta Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Munajat 212
<https://tirto.id/aji-jakarta-kecam-kekerasan-terhadap-jurnalis-saat-munajat-212-dhyw>
Oleh karena itu, Asnil mendesak Polri serius dalam mengusut setiap kasus
kekerasan terhadap jurnalis dan menyeret pelakunya ke pengadilan.
Kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terbaru, terjadi di acara munajat
212. Insiden itu dipicu oleh ulah sejumlah anggota ormas yang melarang
wartawan merekam video peristiwa saat panitia acara menangkap seseorang
yang dituduh pencopet.
Akibatnya, seorang wartawan menjadi korban intimidasi serta kekerasan
dan bahkan dipaksa untuk menghapus video hasil liputannya soal peristiwa
itu. Kasus ini sudah dilaporkan kepada kepolisian.
Baca juga:Remisi Susrama Bukti Ketidakpekaan Jokowi Soal Kebebasan Pers
<https://tirto.id/remisi-susrama-bukti-ketidakpekaan-jokowi-soal-kebebasan-pers-deWc>
Sementara selama tahun 2018, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AJI
Indonesia
<https://aji.or.id/read/press-release/887/catatan-akhir-tahun-2018-jurnalis-dibayangi-persekusi-dan-kekerasan-fisik.html>,
tercatat terjadi 64 kasus kekerasan terhadap jurnalis.
Kasus yang dikategorikan sebagai kekerasan itu seperti pengusiran,
penyerangan fisik hingga pemidanaan terkait karya jurnalistik. Jumlah
ini lebih banyak dari data 2017, yakni 60 kasus.
AJI Indonesia juga mencatat tindakan pemukulan, penamparan dan serangan
fisik lainnya menjadi jenis kekerasan terhadap jurnalis yang paling
banyak terjadi pada tahun 2018. Tercatat setidaknya ada 12 kasus
kekerasan fisik terhadap jurnalis selama 2018.
Untuk jenis kekerasannya lainnya, yakni tindakan pengusiran, pelarangan
liputan dan ancaman teror terhadap jurnalis tercatat masing-masing ada
11 kasus pada tahun yang sama.
Sedangkan perusakan alat dan atau hasil liputan jurnalis ada 10 kasus
dan pemidanaan terkait karya jurnalistik sebanyak 8 kasus.
Baca juga:Hari Pers Nasional: Tak Ada Progres Kebebasan Pers di Era
Jokowi
<https://tirto.id/hari-pers-nasional-tak-ada-progres-kebebasan-pers-di-era-jokowi-dgpf>
Baca juga artikel terkait KEBEBASAN PERS
<https://tirto.id/q/kebebasan-pers-cok?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
<https://tirto.id/author/adibriantika?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowauthor>
(tirto.id - Sosial Budaya)
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Addi M Idhom
AJI Jakarta mengeluhkan banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis tidak
sampai ke p