Benar, dalam pemilu kali ini suara LN tidak begitu ada gaungnya. Saya rasa 
kali ini akan banyak sekali pemilih LN yg golput, baik 01 ataupun 02 tidak bisa 
diharapkan.Apakah sebaiknya sistem pemilu diganti dengan electoral instead of 
popular seperti sekarang ini? Dengan demikian dominasi pulau Jawa bisa 
dikurangi.

    On Monday, March 4, 2019, 11:52:22 AM PST, Sunny ambon 
<[email protected]> wrote:  
 
 Apakah para oligarki mau mempunyai calon 03? Jawabnya tidak perlu ada 03, 
karena semua oligar sudah mendukung 01 dan 02. Penduduk NKRI 260 juta. Penduduk 
pulau Jawa kurang lebih 150 jut, jadi kalau dapat suara terbanyak di pulau Jawa 
berarti kemenangan dalam tangan, maka oleh karena itu kampanye Pemilu selama 
ini hanya berkisar di pulau Jawa, mengunjungi pesantren-pesansantren dan 
kumpulan ustad-ustad, ulama-ulama yang mempunyai pengaruh besar di masyarakat 
pulau Jawa. Apalagi para pensiunan Jenderal yang mendukung capers berdomisil di 
Jawa. Suara di luar negeri  atau di luar pulau Jawa hanya meramaikan, dan 
jangan dilupakan bahwa faktor agama juga memainkan peranan yang tidak kalah 
pentingnya dalam Pemilihan umum.


On Mon, Mar 4, 2019 at 8:10 PM Jonathan Goeij [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

     

Sebetulnya lebih tepat dikatakan "Asal Bukan Prabowo"
Saya kira resistance thd Prabowo masih sangat tinggi karena anggapan Prabowo 
dibalik Tragedi Mei 98 (dan kemungkinan keterlibatan Prabowo saya rasa besar 
sekali), hal ini kelihatannya terbaca para elite sehingga dibikin presidential 
threshold itu sehingga peluang munculnya calon ketiga jadi sangat kecil sekali 
dan peluang petahana terpilih kembali jadi besar.

---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Juga orang Indonesia di Amerika dan Kanada dukung Jokowi, di Los Angeles dan 
Toronto.


   
  

Kirim email ke