-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Berikut Politikus yang Terjerat Kasus Narkoba
日期: Tue, 5 Mar 2019 11:30:33 +0800
從: ChanCT <[email protected]>
回函地址: [email protected]
到: GELORA_In <[email protected]>
Selain Andi Arief,
Berikut Politikus yang Terjerat Kasus Narkoba
Reporter: *Francisca Christy Rosana*
Editor: *Endri Kurniawati*
Selasa, 5 Maret 2019 07:53 WIB
0KOMENTAR
<https://nasional.tempo.co/read/1181925/selain-andi-arief-berikut-politikus-yang-terjerat-kasus-narkoba/full&view=ok#comments>
<https://statik.tempo.co/data/2019/03/04/id_823956/823956_720.jpg>
/Politikus Demokrat Andi Arief dikabarkan saat ditangkap oleh Tim
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di sebuah kamar hotel, sedang bersama
seorang wanita di Jakarta, Minggu, 3 Maret 2019. Foto/IstimewaPolitikus
Demokrat Andi Arief dikabarkan saat ditangkap oleh Tim Dittipidnarkoba
Bareskrim Polri di sebuah kamar hotel, sedang bersama seorang wanita di
Jakarta, Minggu, 3 Maret 2019. Foto/Istimewa/
/
/
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kali ini politikus Partai Demokrat Andi Arief
<https://www.tempo.co/tag/andi-arief>disoroti publik lantaran kasus
narkotika yang menderanya. Ahad lalu, 3 Maret 2019, ia dicokok polisi di
kamar bernomor 1214 di Hotel Peninsula, Jakarta, karena diduga
mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Penangkapan Andi baru santer terdengar setelah sejumlah foto dirinya di
tangan polisi tersebar melalui aplikasi pesan pendek pada Senin siang, 4
Maret 2019. Mengkonfirmasi kabar itu, Kepala Badan Reserse Kriminal
Markas Besar Polri Komisaris Jenderal Idham Azis merilis pernyataan
membenarkan. "Iya," ujarnya dalam pesan WhatsApp kepada wartawan.
Baca: Fakta-fakta Seputar Penangkapan Andi Arief
<https://nasional.tempo.co/read/1181907/fakta-fakta-seputar-penangkapan-andi-arief>
Saat penggerebekan, polisi membeberkan bahwa Andi diduga berupaya
menghilangkan barang bukti. Ia membuang alat hisap sabu-sabu atau bong
ke kloset hotel.
Dari pemeriksaan sementara, polisi menduga Andi murni pemakai. Kepala
Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengatakan tidak ada
dugaan keterlibatan Andi dalam mengedarkan sabu-sabu. "Ya bisa dibilang
korban," katanya di Mabes Polri, Senin, 4 Maret 2019
Andi bukan satu-satunya politikus yang berurusan dengan barang haram.
Berikut adalah politikus selain Andi yang terjerat perkara serupa.
1.Politikus Partai Gerindra Indra J. Piliang
Polisi menangkap politikus Partai Golkar, Indra J. Piliang, atas kasus
penggunaan narkoba jenis sabu-sabu di tempat hiburan Room Oval Diamond
Karaoke. Ia dibekuk di Tamansari, Jakarta Barat, pada September 2017.
ADVERTISEMENT
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris
Besar Argo Yuwono mengatakan tim Direktorat Reserse Narkotika Polda
Metro Jaya menciduk Indra dan kedua rekannya, Romi Fernando dan M.
Ismail Jamani, di ruang karaoke.
Dalam ruangan itu, kata Argo, polisi mendapati tiga orang itu duduk di
depan bong, cangklong, plastik, serta korek gas.
Indra, Romi, dan Ismail diciduk setelah menghabiskan narkoba jenis sabu
seberat satu gram. Tes urine di Polda Metro Jaya menunjukkan ketiganya
positif menggunakan narkoba. Kepada polisi, Indra mengaku telah
mengkonsumsi narkoba selama satu tahun.
2.Politikus Golkar I Nyoman Wirama Putra
Bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tabanan, Bali, dari Fraksi
Golkar ini dibekuk Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di sebuah
hotel di Jakarta, Juni 2017. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda
Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Nyoman
dinyatakan positif mengkonsumsi zat amfetamin.
Penangkapan terhadap Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan itu
bermula dari informasi lokasi keberadaan LP dan NYA, bandar narkoba yang
menjadi target operasi kepolisian. Keduanya disebut-sebut berada di
Hotel Alila Jakarta.
Baca: Andi Arief Ditangkap, Budiman Sudjamtiko: Apa Enaknya Narkoba Ndi
<https://nasional.tempo.co/read/1181740/andi-arief-ditangkap-budiman-sudjamtiko-apa-enaknya-narkoba-ndi>
Pada Juni 2017, LP dan NYA ditangkap di lobby hotel. Dari penangkapan
itu polisi memeriksa kamar nomor 1916, tempat mereka menginap. Di dalam
kamar itu ada Nyoman.
Dari tangan sang politikus, polisi menyita satu bong, satu cangklong,
dua pipet kaca, satu plastik kosong bekas sabu, dan satu korek api.
Polisi memeriksa urine Nyoman dan calon istrinya. Hasilnya, Nyoman
terindikasi positif menggunakan zat amfetamin, sedangkan calon istrinya
tidak.
2.Mantan Politikus NasDem, Nizar Romae
Mantan anggota DPRD Bandar Lampung Nizar Romae pernah dicokok Direktorat
Kepolisian Daerah Lampung karena ketahuan mengkonsumsi narkotika. Masih
pasien rehabilitasi, ia ditangkap di sebuah rumah di Enggal, Bandar
Lampung. Adapun sebelumnya, Nizar kedapatan mencuri insulin di Rumah
Sakit Abdul Moeloek (RSAM) pada Juli 2016. Nizar kala itu mengaku tengah
sakau.
3.Politikus NasDem, Darma Wijaya
Bekas Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Lampung, Darma
Wijaya dibekuk bersama rekannya, Nizar Romae. Keduanya ditangkap karena
ketahuan mengkonsumsi narkotika. Padahal, saat itu, ia masih berstatus
sebagai pasien rehabilitasi. Polisi menyita sejumlah barang bukti
plastik sisa pakai sabu-sabu dan alat hisap.
Simak: Demokrat Cari Info Soal Penangkapan Andi Arief karena Narkoba
<https://nasional.tempo.co/read/1181727/demokrat-cari-info-soal-penangkapan-andi-arief-karena-narkoba>
4.Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi
Badan Narkotika Nasional mencokok Bupati Wazir di rumahnya pada Maret
2016 karena positif mengkonsumsi narkoba. Tak lama setelah dibekuk,
Noviadi dibawa ke BNN untuk menjalani tes rambut dan tes lain guna
mengecek dugaan bahwa dia mengkonsumsi narkoba. Noviadi menjadi target
BNN dalam tiga bulan sebelum penangkapan.
5.Mantan Ketua DPP PAN Batanghari, M Hafiz
Mantan kedua DPD PAN Batanghari M Hafiz divonis bersalah karena
menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Dalam pemeriksaan polisi, Hafiz
disebut-sebut mengkonsumsinya sejak 2009.
Hafiz dipenjara sejak Maret 2018. Hakim menghukum Hafiz dan dua temannya
dengan pidana 8,5 bulan.
6.Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang
Polisi menetapkan Wakil Ketua DPRD Bali, Jero Gede Komang Swastika
sebagai tersangka bandar narkotika. Kapolresta Denpasar Komisaris Besar
Hadi Purnomo menjelaskan Komang Swastika sempat jadi buronan. Komang
kabur sebelum diperiksa polisi. Ia dipersalahkan melanggar UU Narkotika
dan Undang Undang Darurat pada 2017.
7.Pengurus NasDem Wilayah Sumatera Utara, Ibrahim Hasan alias Hongkong
Politikus lain yang juga tersangkut kasus narkoba seperti Andi Arief
<https://metro.tempo.co/read/1181839/penangkapan-andi-arief-beredar-foto-wanita-dan-tas-di-kamar> adalah
Ibrahim Hasan alias Hongkong, ditangkap Badan Narkotika Nasional atas
dugaan kepemilikan 150 gram sabu-sabu pada Agustus 2018. Dibekuk saat
berusaha menggaet calon pemilih di daerah pemilihannya, ia tidak
mendapat bantuan hukum dari NasDem. Bersama Ibrahim, ada 10 orang
lainnya yang dicokok. Terbukti bersalah, NasDem memecat Ibrahim.
FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BERBAGAI SUMBER
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "diskusi kita" di
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com