IniKata Pemerintah Soal Penyebab Banjir Tol Madiun

"Kitarapat supaya tahu persis penyebabnya apakah memang bisa saja curah hujan 
yangdi luar normal atau karena ada saluran atau tanggul yang jebol," kataDirjen 
Bina Marga Kementerian PUPR, Sugihartanto 

....

 

IniKata Pengamat Transportasi

Darmaningtyasmenduga banjir tak terhindarkan karena perhitungan yang kurang 
saat ruas toldidesain.

"Yangdiperbaiki sekarang justru sungainya agar ketika meluap, tidak sampai 
tinggiairnya. Jalan tolnya kan sudah kebangun nih, nggak mungkin lagi 
ditinggiin.Jadi yang dibenahi sungainya supaya saat banjir, alirannya cepat dan 
tidaktersendat," kata Darmaningtyas

......



Tol Madiun-NgawiTerendam Banjir, Satu Orang Tewas Akibat Kecelakaan




Kamis, 7 Maret 2019 18:39Reporter : Moch. Andriansyah




Merdeka.com- Banjir masih melanda 15 kabupaten di Jawa Timurhingga Kamis (7/3) 
hari ini, bahkan beberapa ruas jalan tol ikut tergenang airdan terpaksa ditutup 
sementara.




Takhanya itu, kondisi jalan tol yang tergenang air karena luapan banjir dari 
areapersawahan ini, informasinya, juga mengakibatkan kecelakaan maut di KM 
603.900A, Tol Madiun-Ngawi.




Informasiinipun dibenarkan Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur, 
AKBP BambangS Wibowo yang dikonfirmasi wartawan. Dia mengatakan, Kamis pagi 
tadi, mobil SuzukiErtiga Nopol T 1019 AH yang ditumpangi tiga orang mengalami 
kecelakaan tunggalsaat terjadi hujan deras.




Mobiltersebut tergelincir lalu keluar jalur tol hingga menabrak pembatas jalan 
danmenyebabkan satu penumpang meninggal. "Korban dilarikan ke RS Caruban,"kata 
Bambang.




Mobilnahas itu, kata Bambang, dikemudikan oleh Jemmy Octavianus (34), warga 
KopoPermai H-149, Cipoko, Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat. Sedangkan 
duapenumpangnya adalah Rendi Saputra (32) dan Ricky (4).




"Penumpanganak-anak atas nama Ricky, usia 4 tahun, meninggal dunia diduga 
akibat lukaserius pada bagian kepalanya," ungkap Bambang.




Sementarasatu penumpang lain atas nama Rendi, mengalami luka berat di kepalanya 
danmengalami pendarahan. Sementara pengemudi hanya mengalami luka ringan.




Didugakecelakaan terjadi akibat selip ban. Sebab, saat kejadian, sekitar pukul 
05.50WIB, tengah terjadi hujan deras. Kecelakaan terjadi ketika mobil melaju 
dariarah barat ke timur, kemudian di lokasi kejadian, mobil mendadak selip 
laluoleng ke kiri kemudian menabrak guardrail dan keluar jalur hingga 
terperosok keparit.




BambangS Wibowo menjelaskan, karena genangan air cukup tinggi di sisi jalur 
Madiun-Surabaya atau jalur arah timur ke barat, pihaknya terpaksa melakukan 
rekayasa satu jaluruntuk dua arah (contra flow).Sementarauntuk pengamanan, 
dipasang pembatas jalan atau water barrier sepanjang 4kilometer (Km) mulai KM 
602 sampai KM 607. "Karena yang satu jalur daritimur-barat (Madiun-Surabaya) 
tergenang air cukup tinggi," kata Bambang.




Sedangkanyang mengarah ke Surabaya atau dari barat ke timur, lanjutnya, 
digunakan contraflow dua arah. "Pengguna jalan tidak boleh mendahului kendaraan 
didepannya karena cuma satu jalur yang dipakai," sambungnya.




Selebihnya,Bambang mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar mengurangi 
kecepatanmobilnya karena ada genangan air yang menyebabkan jalan menjadi licin 
dan rawanselip ban. "Tidak boleh kecepatan tinggi, maksimal 60 
Km/jam,"imbaunya. [bal]

Kirim email ke