Mengingat tudingannya cukup serius, bisakah nanti Kapolri Jend. Tito yang 
mengumumkan siapa gerangan Opposite6890 itu? Maklum, Rakyat kangen juga sama 
bapak kepala polisi yang sudah lama tidak kelihatan dan tidak terdengar 
kabarnya. Biasanya tak pernah berdiri jauh dari presiden.
Sambil menunggu tibanya saat pengumuman, boleh jugalah Pak Tito buka sedikit ke 
masyarakat rapa itu @alumnisambhar yang beralamat di Mabes Polri.

-
 

 

 

Polri Kantongi Identitas Pemilik Akun Opposite6890




Senin, 11 Maret 2019 15:38Reporter : Merdeka




Merdeka.com- Polri mengklaim telah mengetahui identitaspengelola akun 
Opposite6890. Akun tersebut diduga melakukan propaganda denganmenuding Polri 
mengerahkan ratusan buzzer untuk mendukung salah satunyakandidat di Pilpres 
2019.




"Saatini tim Siber Bareskrim sudah mengidentifikasi dan sudah memprofil 
identitaspelaku di balik Opposite6890, kita sudah dapat datanya," ujar Kepala 
BiroPenerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di 
kantornya, Jakarta, Senin (11/3).




Meskibegitu, Dedi belum bisa memastikan kapan pelaku akan ditangkap. Dia 
menuturkan,penegakan hukum harus dilakukan melalui proses pembuktian yang 
matang.




Sementarakonten di media sosial, menurut Dedi, sangat mudah direkayasa. Seribu 
atausejuta jejak digital sekalipun, kata dia, nilainya hanya satu sebagai 
alatbukti petunjuk. Sehingga polisi membutuhkanalat bukti lain.




"Alatbukti harus terverifikasi, baik dengan analisa pembuktian secara ilmiah 
jugaharus sangat kuat. Kita tidak akan terburu-buru," tuturnya.




Dedomenambahkan, Opposite6890 disebut sengaja melakukan propaganda di media 
sosialuntuk mendelegitimasi Polri. Menurutnya, upaya tersebut telah dilakukan 
sejakNovember 2018, salah satunya isu tentang e-KTP tercecer.




"Kemudiandi Desember-Januari dimunculkan lagi tentang 7 kontainer surat 
suara(tercoblos), DPT, apa yang diserang? KPU," tuturnya.




SepanjangJanuari hingga Maret 2019, kata Dedi, isu yang dimainkan adalah 
terkaitpenanganan pelanggaran pemilu di beberapa daerah oleh Badan Pengawas 
Pemilu.Polri sebagai lembaga yang terlibat langsung dalam pengamanan Pemilu 
jugadiisukan tidak netral.




"Pola-polaitu kita sudah mapping, ya dalam rangka apa akhirnya? Delegitimasi 
Pemilu.Jangan sampai ini terjadi karena ini akan merusak demokrasi yang ada 
diIndonesia," ujarnya.




Jenderalbintang satu itu menegaskan, apa yang disampaikan Opposite6890 tidak 
benar. Diamemastikan, Polri bersikap netral dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. 
Polri akanterus memberantas hoaks yang dapat mengganggu proses demokrasi di 
Indonesia.




"Dalamsetiap kesempatan Pak Kapolri selalu menekankan bahwa anggota Polri 
netral didalam kontestasi Pemilu ini. Kita akan terus fokus untuk 
memberantaskasus-kasus hoaks atau juga propaganda-propaganda yang dimunculkan 
di medsos,kita akan habisi itu," tutupnya.




Sebelumnya,akun Twitter @opposite6890 membeberkan dugaan keterlibatan Polri 
dalammengerahkan pasukan buzzer di Pilpres 2019. Menurutnya, polisi membentuk 
timbuzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisasi 
hinggaMabes Polri.




Merekasaling mengikuti atau follow baik di Instagram, Twitter, maupun Facebook 
yang berinduk pada akun utama@alumnisambhar. Opposite6890 juga membeberkan 
profil followers @alumnisambharrata-rata berseragam polisi.




Reporter:Nafiysul Qodar

Sumber: Liputan6.com 





[fik]

Kirim email ke