*Bukankah expor minyak kelapa sawit nomor wahid di dunia, jadi apa yang
kurang sehingga defisit perdangan? Kalau export bahan industri yang adalah
hasilnya dari PMA, yang dapat tax holiday dan bebas repatriasi keuntungan,
maka apa yang mau diharapkan untuk mengisi kas negara? Angka statistik
export bisa tinggi, tetapi pendapatan (real income)? Silahkan sebar
propaganda negara besar nomor 4 atau nomor 1 untuk meninabobokan pendapat
umum. Besar tetapi lemah syahwat. hehehehe  *

*https://nasional.tempo.co/read/1184488/jokowi-tahu-defisit-tapi-enggak-diselesaikan-bodoh-banget/full&view=ok
<https://nasional.tempo.co/read/1184488/jokowi-tahu-defisit-tapi-enggak-diselesaikan-bodoh-banget/full&view=ok>*

Jokowi: Tahu Defisit tapi Enggak Diselesaikan, Bodoh Banget
Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Endri Kurniawati
Selasa, 12 Maret 2019 16:33 WIB
-   Arial  Roboto  Times  Verdana
-
<https://nasional.tempo.co/read/1184488/jokowi-tahu-defisit-tapi-enggak-diselesaikan-bodoh-banget/full&view=ok#font-decrease>
<https://nasional.tempo.co/read/1184488/jokowi-tahu-defisit-tapi-enggak-diselesaikan-bodoh-banget/full&view=ok#font-increase>
-
-
[image: Ekspresi Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberi arahan pada
Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun
2019 di Tangerang, Banten, Selasa 12 Maret 2019. TEMPO/Subekti.]
<https://statik.tempo.co/data/2019/03/12/id_825815/825815_720.jpg>

Ekspresi Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat memberi arahan pada
Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun
2019 di Tangerang, Banten, Selasa 12 Maret 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Banten - Presiden Joko Widodo atau Jokowi
<http://www.tempo.co/tag/jokowi>kesal karena Indonesia kerap mengalami
defisit neraca perdagangan. Saking kesalnya Jokowi bahkan sampai
mengucapkan kata 'bodoh' saat mengungkapkan ekspresinya itu.

*"*Tahu kesalahan kita, tahu kekurangan kita, rupiahnya berapa defisit kita
tahu, kok enggak kita selesaikan? Bodoh banget kita kalau seperti itu,"
katanya saat membuka rapat koordinasi nasional investasi di Nusantara Hall,
Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang
Selatan, Banten, Selasa, 12 Maret 2019.

Baca: Bertemu Siti Aisyah, Jokowi: Kepedulian ...
<https://nasional.tempo.co/read/1184450/bertemu-siti-aisyah-jokowi-kepedulian-pemerintah-ke-warganya>

Jokowi menjelaskan sejatinya semua pihak sudah mengetahui cara untuk
menyelesaikan masalah defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan
itu, yakni lewat meningkatkan investasi dan ekspor. "Defisit transaksi
berjalan, defisit neraca perdagangan membebani kita berpuluh-puluh tahun
tapi tidak diselesaikan.”

Sayangnya, kata dia, meski sudah puluhan tahun defisit tapi tak kunjung ada
penyelesaian. “Padahal kuncinya kita tahu investasi dan ekspor, kuncinya di
situ."

Baca: Jokowi Wacanakan Bentuk Kementerian Investasi dan Ekspor
<https://nasional.tempo.co/read/1184375/jokowi-wacanakan-bentuk-kementerian-investasi-dan-ekspor>

Ia meminta pemerintah pusat dan daerah mempermudah proses perizinan untuk
investor demi menggenjot investasi dan ekspor. Jokowi mewanti-wanti agar
jangan  sampai nilai investasi dan ekspor Indonesia kalah oleh Kamboja dan
Laos. Pasalnya Indonesia telah tertinggal dari Singapura, Malaysia,
Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Saking geramnya dengan kondisi investasi dan ekspor Indonesia, Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1184477/buruh-migran-siti-aisyah-bungkam-seusai-bertemu-presiden-jokowi>melontarkan
wacana di rapat kabinet untuk membuat kementerian yang khusus mengurusi dua
hal itu. "Apakah perlu dalam situasi seperti ini yang namanya menteri
investasi dan menteri ekspor?" Ia berdalih sudah banyak negara yang
memiliki kementerian investasi dan ekspor.

Kirim email ke