LIPI di obarak-abrik oleh antek-antek yang tidak bertanggungjawab, yang 
bersarang dalam Kementrian Pertahanan.Satu-satunya Lembaga Ilmu Pngetahuan di 
R.I yang berfungsi, membina perasaan Nasional Indonesia Buku dan Perpustaakn 
LIPI dihancurkan, supaya gerasi yang sedang tumbuh dan yang akan datang Tolol 
dan Bodoh dan lebihmudah diperintah oleh yang pakai Bintang-Bintang 
dipundaknya, dan Mr.Presiden JAKOWI diam tanpa reaksi; perulangan apa yang 
pernah dilakukan KOPKAMTIB-ORBA-Suharto, dan Mr.,Presiden JAKOWI senyum 
enak-enak di Istana Negara tuntutan pada Mr-Presiden:JAKOWI
"Segera mendekritkan LIPI kembali pada tempatnya", dan semua antek-.antek yang 
merusak LIPI harus mempertanggungjawabkan kebiadabannya pada pengadilan..Saya 
seorang Sarjana Tinggi, sangat mengerti apa itu Perpustakaan dan sangat 
bersimpati dengan semua Sarjana LIPI.

Dr.Tjaniago




--------------------------------------------
Pada Sel, 12/3/19, 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: [GELORA45] Peneliti Desak Jokowi Pecat Kepala LIPI Laksana Tri Handoko
 Kepada: [email protected], "[email protected]" 
<[email protected]>, "Sahala Silalahi" <[email protected]>, 
[email protected]
 Tanggal: Selasa, 12 Maret, 2019, 8:32 PM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
   
   
     
 
     
     
https://nasional.tempo.co/read/1184328/peneliti-desak-jokowi-pecat-kepala-lipi-laksana-tri-handoko/full&view=ok
 
     
      Peneliti Desak Jokowi Pecat
 Kepala LIPI
       Laksana 
 
     
     Tri Handoko 
     
        Reporter:
         Andita
 Rahma
       
        Editor:
         Amirullah
       
       Selasa, 12
         Maret 2019 10:25 WIB 
     
        
           0
 komentar
          
       
         
           317
         
         
           
             
 
             
         
       
     
     
       
         
           
               
 
             
 
             
 
             
         
       
     
      
   
         Profeson riset dan peneliti utama Lembaga Ilmu
 Pengetahuan
           Indonesia (LIPI) setelah memberikam pernyataan
 mosi tidak
           percaya atas kepemimpinan Kepala LIPI Laksana Tri
 Handoko, di
           Gedung Widya Graha, LIPI, Jakarta, Kamis, 28
 Februari 2019.
           TEMPO/Khory
        
     
       TEMPO.CO, Jakarta
 - Kepala
         Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan
 Indonesia
         (LIPI) Syamsuddin Haris berharap Presiden Joko
 Widodo atau Jokowi
         memberhentikan Laksana Tri Handoko dari jabatannya
 sebagai
         Kepala LIPI. Permintaan ini disampaikan
 Syamsuddin sebagai
         respon atas kebijakan digitalisasi buku yang
 dicetuskan Laksana
         Handoko yang  berujung pada pemusnahan ribuan
 buku, termasuk
         disertasi dan tesis koleksi Pusat Dokumentasi dan
 Informasi
         Ilmiah (PDII) LIPI.
       Baca: Kepala
           LIPI Disebut Musnahkan Ribuan Tesis dan
 Disertasi
       "Kesepakatan moratorium dengan Kepala LIPI
 dilanggar, karena
         itu muncul petisi mosi tidak percaya kepada Kepala
 LIPI.
         Sekarang solusi satu-satunya adalah Jokowi harus
 memberhentikan
         Laksana Handoko sebagai Kepala LIPI sebelum LIPI
 hancur," ucap
         Syamsuddin saat dihubungi, Selasa, 12 Maret
 2019.
       Sebelumnya, Syamsuddin bersama sejumlah peneliti
 LIPI lainnya
         sudah mengadukan Laksana Handoko ke Dewan Perwakilan
 Rakyat
         (DPR), Kantor Staf Presiden, Kementerian Koordinator
 Pembangunan
         Manusia dan Kebudayaan, dan pihak terkait lainnya.
 Namun, hingga
         saat ini belum ada hasil dari sejumlah pertemuan
 tersebut.
       
       
       Kasus pemusnahan ribuan buku ini menjadi insiden
 kesekian
         kalinya yang memicu kritik keras para peneliti soal
 kinerja dan
         kebijakan Kepala LIPI. Syamsuddin menyebut
 pemusnahan buku itu
         memang diklaim terkait rencana digitalisasi, tapi
 buku,
         disertasi dan tesis sebanyak dua truk, menurutnya,
 sudah
         dimusnahkan sebelum digitalisasi dilakukan. Ia
 menuturkan,
         pemusnahan ribuan buku itu dilakukan pada awal
 Februari 2019.
       Secara terpisah, manajemen LIPI telah membantah
 tuduhan
         Syamsuddin tersebut. Melalui akun Twitter resmi
 @lipiindonesia,
         sejumlah cuitan ditulis untuk menjelaskan perkara
 pemusnahan
         buku tersebut. LIPI menganggap pemusnahan buku yang
 mereka
         lakukan telah disalahartikan.
       Dalam penjelasannya, LIPI menegaskan bahwa
 manajemen justru
         tengah meningkatkan kualitas pendokumentasian
 informasi ilmiah
         dengan melakukan proses weeding atau
 penyiangan
         koleksi yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan
 zaman serta
         secara fisik sudah rusak parah.
       Baca: Kisruh
           Internal, Reorganisasi LIPI Dihentikan
 Sementara
       "Mekanisme weeding adalah proses
 normal di dunia
         perpustakaan untuk memeriksa koleksi perpustakaan,
 judul per
         judul untuk penarikan permanen berdasarkan kriteria
 penyiangan,
         terutama kondisi fisik koleksi tersebut. Ini juga
 memberikan
         tempat bagi datangnya ilmu pengetahuan baru,"
 demikian cuitan
         LIPI pada hari ini, 12 Maret 2019.
     
     
 
     
     
 
     
     
 
     
     
 
     
     
 
     
     
 
     
   
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923 --
   #yiv5518161923ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp #yiv5518161923hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp #yiv5518161923ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp .yiv5518161923ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp .yiv5518161923ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mkp .yiv5518161923ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor
 #yiv5518161923ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor
 #yiv5518161923ygrp-lc #yiv5518161923hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor
 #yiv5518161923ygrp-lc .yiv5518161923ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923activity span
 .yiv5518161923underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 dd.yiv5518161923last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 dd.yiv5518161923last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 dd.yiv5518161923last p
 span.yiv5518161923yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923file-title a, #yiv5518161923
 div.yiv5518161923file-title a:active, #yiv5518161923
 div.yiv5518161923file-title a:hover, #yiv5518161923
 div.yiv5518161923file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923photo-title a,
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923photo-title a:active,
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923photo-title a:hover,
 #yiv5518161923 div.yiv5518161923photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 div#yiv5518161923ygrp-mlmsg
 #yiv5518161923ygrp-msg p a span.yiv5518161923yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv5518161923 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv5518161923 .yiv5518161923replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg select,
 #yiv5518161923 input, #yiv5518161923 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg pre, #yiv5518161923
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-mlmsg #yiv5518161923logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-msg
 p#yiv5518161923attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-reco
 #yiv5518161923reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor #yiv5518161923ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor #yiv5518161923ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-sponsor #yiv5518161923ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv5518161923 #yiv5518161923ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv5518161923 
 

Kirim email ke