Rupanya orang Malaysia tldak menyadari bahwa Jokowi sedang membanggakan kehebatannya dalam mengintervensi hukum. Jokowi pun tak sadar-sadar bahwa kebohongannya selalu terungkap, sebagian langsung ketahuan dan lebih banyak lagi yang diungkap sendiri dengan penuh kebanggaan seperti ini.
- Selasa 12 Maret 2019, 17:03 WIB Mahathir Mengaku Tak Tahu Lobi Indonesia untuk PembebasanSiti Aisyah Indah Mutiara Kami - detikNews KualaLumpur - PM Malaysia, Mahathir Mohamad,mengaku tidak mengetahui ada lobi dari Indonesia untuk pembebasan terdakwapembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah. Dia menyebut pembebasan Siti Aisyahadalah murni urusan hukum. "Saya tidak memiliki informasi (tentang hal itu)," kata Mahathir saatditanya wartawan di Malaysia, seperti dilansir The Star, Selasa (12/3/2019). Menurut Mahathir, pembebasan Siti Aisyah berdasarkan keputusan pengadilan. Prosesnya sesuai hukum yang berlaku. "Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dankemudian dia dipulangkan. Jadi, itu adalah proses yang sesuai hukum,"ucapnya. "Saya tidak tahu detailnya tapi jaksa penuntut dapat mencabut tuntutanhingga membebaskan," sambung Mahathir. Sebelumnya diberitakan, pemerintah Indonesia menyatakan bebasnya Siti Aisyahtidak lepas dari lobi-lobi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hinggamenteri/kepala lembaga terkait sejak era Perdana Menteri Malaysia Najib Razakhingga kini dijabat Mahathir Mohamad. Pertemuan membahas pengajuan pembebasan Siti Aisyah disebut dilakukan PresidenJokowi dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada 29 Juni 2018 diBogor dan pertemuan Menkum HAM dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Agustus2018 di Putrajaya, Malaysia. "Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung,berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. BapakPresiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Iniproses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negarasesuai Nawa Cita," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laolysaat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin(11/3/2019). (imk/tor)
