AM Hendropriyono: Organisasi Papua Merdeka Itu Teroris
Reporter:
Muh. Syaifullah (Kontributor)
Editor:
Juli Hantoro
Kamis, 14 Maret 2019 08:26 WIB
Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, memberikan kata sambutan dalam
rangka tabur bunga dan doa bersama memperingati 37 tahun wafatnya
Mohammad Hatta, di TPU Tanah Kusir, Jakarta, 14 Maret 2017. Peringatan
ini juga untuk mengamalkan konsep ekonomi kerakyatan berdasarkan
Pancasila. TEMPO/Imam SukamtoMantan Kepala BIN, AM Hendropriyono,
memberikan kata sambutan dalam rangka tabur bunga dan doa bersama
memperingati 37 tahun wafatnya Mohammad Hatta, di TPU Tanah Kusir,
Jakarta, 14 Maret 2017. Peringatan ini juga untuk mengamalkan konsep
ekonomi kerakyatan berdasarkan Pancasila. TEMPO/Imam Sukamto
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah
Mahmud Hendropriyono menegaskan
OrganisasiPapua<https://www.tempo.co/tag/papua>Merdeka atau OPM masuk
dalam kategori teroris. Hendro beralasan, karena OPM membunuh
orang-orang yang tidak bersalah.
Baca juga: *Kontak Senjata di Papua, 3 Prajurit TNI Gugur
<https://nasional.tempo.co/read/1182974/kontak-senjata-di-papua-3-prajurit-tni-gugur>*
“Teroris itu pelaku yang membunuh orang yang tidak bersalah dan tidak
mengerti apa-apa. Sudah, itu teroris. Siapapun dia, mengaku pahlawan,
mengaku jihadis, dia ngaku komunis. Mengaku apapun, dia teroris. Makanya
saya bilang OPM jangan dibilang kriminalitas-kriminalitas. Itu teroris,”
kata Hendropriyono di Universitas Gadjah Mada (UGM) usai Peluncuran Buku
“Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945”, Rabu, 13 Maret 2019.
Menurut Hendro, organisasi ini ingin memerdekakan Papua dan Papua Barat
dari Republik Indonesia. Gerakannya bahkan meresahkan dan membunuh warga
yang tidak bersalah. Hendropriyono menyebut tindakan mereka merupakan
aksi terorisme. Ia meminta supaya mereka tidak disebut lagi dengan
kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun mereka jelas-jelas teroris.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai perlu adanya evaluasi untuk
menaikkan status operasi di wilayah Nduga, Papua, setelah 3 prajurit TNI
tewas akibat serangan dari kelompok bersenjata.
Baca juga: *Jokowi Perintahkan Selesaikan Kelompok Bersenjata di Papua
<https://nasional.tempo.co/read/1183206/jokowi-perintahkan-selesaikan-kelompok-bersenjata-di-papua>*
ADVERTISEMENT
"Saya sudah pernah menyampaikan perlunya mengevaluasi lagi nama itu,
kelompok kriminal bersenjata. Pertanyaannya benar enggak mereka kelompok
kriminal," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat, 8 Maret
2019. "Kalau saya mengatakan tegas saja kalau memang kelompok separatis
ya kelompok separatis saja kan begitu. Sehingga status operasinya
ditingkatkan."
Moeldoko mengatakan, jika terus-terusan dianggap sebagai kelompok
kriminal, TNI akan terus menjadi santapan kekuatan mereka. TNI menyadari
adanya kekuatan kelompok kriminal diPapua
<https://nasional.tempo.co/read/1183353/panglima-tni-menghadapi-separatis-di-papua-tak-harus-bertempur>tersebut,
namun mereka tidak bisa menindak karena merupakan ranah kepolisian.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com