Begini Strategi LIPI Digitalisasi Aset Perpusatakaan
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Yudono Yanuar
Selasa, 19 Maret 2019 07:15 WIB
Ilustrasi gedung LIPI. TEMPO/Aditia NoviansyahIlustrasi gedung LIPI.
TEMPO/Aditia Noviansyah
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI
<https://www.tempo.co/tag/lipi>) melakukan digitalisasi koleksi aset
perpustakaan dengan strategi khusus.
"Kita akan buka dengan kolaborasi dengan berbagai pihak pusat penelitian
dan meminta untuk segera mempublikasikan aset penelitiannya agar
masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi dan membuat data center
agar menjadi terpusat," kata Plt Kepala Pusat Dokumentasi dan Data
Ilmiah LIPI Hendro Subagyo dalam Diskusi Publik Trasformasi
Perpustakaan, di Gedung LIPI, Jakarta, Senin, 28 Maret 2019.
Bantah Penghapusan, LIPI Klaim Digitalisasi Koleksi Perpustakaan
<https://tekno.tempo.co/read/1184437/bantah-penghapusan-lipi-klaim-digitalisasi-koleksi-perpustakaan>
Hendro menambahkan bahwa LIPI akan memperkuat infrastruktur seperti
adanya server cloud dan dan sebagainya. Jadi, kata dia, data nantinya
akan ada di pusat meskipun fisiknya tetap ada di pusat penelitian
masing-masing.
Menurutnya, LIPI sudah melakukan digitalisasi sejak tahun 2000 dengan
merekam tesis dan disertasi yang ditata dan disimpan dalam bentuk ukuran
yang lebih kecil atau mikrofis. Dan digitalisasi dilakukan pada 2002
dengan sistem manajemen konten Docushare.
"Perjalanan kita sudah hampir 90 persen, semoga dengan adanya ini kita
bisa menigkatkan infrastrukturnya. Kita juga meminta aturan ke
Kemenristek Dikti, tapi mereka menyarankan kenapa enggak sekalian
Perpres, mungkin nanti setelah Pilpres," kata Hendro.
Dari segi sumber daya manusia, menurut Hendro, LIPI akan melakukan
upgrading. Karena sumber daya manusia sekarang lebih mengacu pada
perpustakaan literatur. Sedangkan LIPI menginginkan perpustakaan
digital. "Kami juga akan melakukan penguatan manajemen, memperbaiki
proses bisnis dan kolaborasi antar unit lembaga," tutur Hendro.
ADVERTISEMENT
Digital Aset Manager CNN Yogi Hartono menjelaskan bahwa perpustakaan
bertrasformasi karena adanya ledakan informasi. Pengguna atau user zaman
sekarang dapat dengan mudah mengakses informasi.
"Sumber berubah, kalau dulu linear dan teks sekarang video, grafis dan
segala macam. Berdasarkan riset AC Nielsen, Indonesia pada 2013 online
dikalahkan dengan media cetak, sedangkan pada 2017 kebalikannya, cetak
sudah kalah dengan online," kata Yogi.
Menurut Yogi, proses digitalisasi seperti dilakukan perpustakaan LIPI
<https://tekno.tempo.co/read/1184437/bantah-penghapusan-lipi-klaim-digitalisasi-koleksi-perpustakaan>itu
membutuhkan waktu lama. Karena, kata Yogi, adanya big content
membutuhkan digital aset menejemen yang besar. "Misalnya cloud dan robot
yang bisa mengambil data perpustakaan di tempat penyimpanan," ujar Yogi.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com