*Lazim karena biasa? Penting sekali kawan sekelompok perlu dibela. Jangan dilupakan menteri Agama itu disumpah dengan kitab suci agama di atas kepala. Masih ingatkah siapa yang paling penting harus hadir waktu penyumpahan menteri - anggota kabinet? Kabinet rezim neo-Mojopahit adalah kabinet presindential,artinya presiden adalah kepala dari kabinet*.
*Ada pepatah yang mengatakan :"ikan mulai busuk dari kepalanya", jadi kalau menteri agama korupsi berarti yang ekor-ekornya juga turut busuk, untuk supaya Kementrian Agama dilenyapkan dari muka bumi*. *Jangan khawatir tanpa menteri agama dan kementrian agama Anda yang percaya kepada Allah bisa masuk surga. Bagaimana kalau tukang terima sogok alias korupsi yang menghentar anda ke Surga atau ke jurang -Neraka. Sudikah Anda terus ditipu?* *https://kumparan.com/@kumparannews/jk-soal-uang-di-ruang-kerja-kemenag-itu-lazim-1552986609646239956 <https://kumparan.com/@kumparannews/jk-soal-uang-di-ruang-kerja-kemenag-itu-lazim-1552986609646239956>* 19 Maret 2019 10:22 WIB 0 1 JK Soal Uang di Ruang Kerja Kemenag: Itu Lazim Wakil Presien Jusuf Kalla. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap adanya uang tunai ratusan rupiah yang ditemukan penyidik KPK saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah hal wajar. Menteri dianggap JK, perlu uang tunai untuk dana operasional. "Lazim dong, selalu ada *cash* kecil, dan itu juga menteri ada dana operasionalnya, dan itu cash dana operasionalnya," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (19/3). Ia mengatakan tiap pejabat termasuk dia, pasti menyiapkan dana untuk kegiatan operasional. JK mengatakan ia pun juga menyiapkan dana untuk kegiatan kerja yang penting. "Kalau uang di kantor itu di mana-mana, pasti ada menyiapkan dana cash di kantor untuk hal-hal yang penting. Kalau kantor saya digeledah pasti ada uangnya, masa sekretaris tidak pegang uang? Kalau tiba-tiba mau pergi belanja apa macam, mau beli sesuatu," ujar JK. Suasana di kantor Kementerian Agama di Jalan Lapangan Benteng, Jakarta, pada Senin (18/3), pasca penyegelan ruangan Menag oleh KPK. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan Penyidik KPK menyita uang dalam penggeledahan yang dilakukan di ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tak hanya berupa rupiah, uang yang disita juga dalam bentuk mata uang dolar AS. Uang itu ditemukan penyidik dari dalam laci. "KPK menyita uang seratusan juta rupiah di laci, dan yang lainnya US dolar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (19/3). Penggeledahan itu terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romy sebagai tersangka suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. Romy diduga menyalahgunakan jabatannya selaku Ketua Umum PPP. Romy diduga telah menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin (HRS), secara bertahap. Haris dan Muafaq juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Diduga, Romy bekerja sama dengan pejabat pada Kemenag dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan ini. Sebab, sebagai anggota DPR, dia duduk di Komisi XI yang membidangi anggaran dan perbankan.
