Legislatif desak gaji ratusan guru Maluku Tengah segera dibayar
Selasa, 19 Maret 2019 05:56 WIB
Legislatif desak gaji ratusan guru Maluku Tengah segera dibayar
Sekolah Darurat Korban Way Ela Siswa SD Negeri 2 Leihitu mengikuti
kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat yang dibangun BNPB di
Negeri Lima, Pulau Ambon, Maluku Tengah, Kamis (15/8). Sebanyak 439
siswa SD, 321 siswa SMP, 285 siswa SMA, 25 siswa Taman Pengajian dan 58
siswa PAUD yang menjadi korban bencana jebolnya Natural Dam Way Ela di
Desa Negeri Lima mulai masuk sekolah. (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)
Pembayaran gaji secara periodik dan tepat waktu, sangat dibutuhkan para
guru agar tidak menganggu konsentrasi mereka dalam melaksanakan tugas
dan tanggung jawabnya
Ambon (ANTARA) - Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Saadiah Uluputty,
mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, baik melalui Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan atau pun BPKAD setempat segera membayar gaji
ratusan guru di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang sampai
saat ini belum terealisasi sehingga menimbulkan keresahan.
"Kami tidak mengetahui adanya keterlambatan pembayaran gaji ratusan guru
dan biasanya dibayarkan oleh pihak mana, apakah Dikbud atau BPKAD,
tetapi yang jelas mereka harus memperhatikan transferan gaji para guru
secara periodik," katanya di Ambon, Senin.
Pembayaran gaji secara periodik dan tepat waktu, katanya, sangat
dibutuhkan para guru agar tidak menganggu konsentrasi mereka dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut dia, keterlambatan pembayaran gaji ratusan guru di Kecamatan
Salahutu jangan sampai menurunkan kualitas para guru yang berujung pada
terganggunya pelayanan pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah.
Saat ini, kata Uluputty, guru-guru fokus untuk meningkatkan mutu
pendidikan di Provinsi Maluku, namun bila hak-hak mereka belum
dibayarkan akan mempengaruhi tugas dan fungsi mereka sebagai pengajar
dan pendidik.
"Yang dikhawatirkan, para guru ini akan berpikir untuk mencari
alternatif lain guna menutupi kebutuhan hidup mereka sehingga mengganggu
proses belajar mengajar, khususnya di Kecamatan Salahutu," katanya.
Saadiah Uluputty menegaskan bahwa salah satu ujung tombak pendidikan
sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan adalah guru, sehingga
kesejahteraan guru harus diperhatikan agar pendidikan di Maluku,
khususnya di Kabupaten Maluku Tengah bisa terus berkembang.
Sebelumnya dilaporkan ratusan guru di Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon)
Maluku Tengah mengeluhkan pembayaran gaji mereka dari Dikbud yang
biasanya ditransfer ke rekening mereka melalui bank.
Biasanya gaji ratusan guru ini telah ditransfer ke rekening melalui PT.
Bank Maluku-Maluku Utara setiap tanggal 7 bulan berjalan.
Tetapi untuk bulan Maret ini, hingga Senin (18/3) gaji ratusan guru ini
belum juga ditransfer ke rekening masing-masing guru tanpa alasan yang
jelas.
"Kami merasa heran kenapa bisa terjadi keterlambatan seperti ini dan
kalau pun terlambat tentunya bisa dipahami, namun harus dijelaskan
alasannya supaya bisa diketahui," kata seorang guru.
Mereka menduga keterlambatan pembayaran gaji akibat Disdikbud Maluku
Tengah ingin mengembalikan proses pembayaran lewat UPTD Salahutu dan
tidak lagi melalui bank.
Para guru yang meminta identitasnya tidak disebutkan ini juga menduga
gaji mereka sengaja diperlambat dalam proses pembayarannya, karena
nantinya gaji 13 dan 14 tahun ini akan dibayar melalui UPTD Salahutu dan
tidak melalui bank, sehingga mereka menolak wacana tersebut.
*Baca juga:Pendaftar CPNS di Maluku Tengah membeludak
<https://www.antaranews.com/berita/454508/pendaftar-cpns-di-maluku-tengah-membeludak>*
Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Andi Jauhary
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com