----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Mohammad Kasim 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 19 Maret 2019 
13.38.35 GMT+1Judul: Curhat Jokowi: China Punya 110 ribu Waduk, RI Hanya 231
    
   - HOME
   - MARKET
   - INVESTMENT
   - NEWS
   - ENTREPRENEUR
   - SYARIAH
   - FINTECH
   - LIFESTYLE
   - INSIGHT
   - LAINNYA
   - CNBC TV
   - LOGIN
   
   - CNBC Indonesia 
   - News 
   - Berita







Curhat Jokowi: China Punya 110 Ribu Waduk, RI Hanya 231
NEWS - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia 19 March 2019 19:03SHARE  Foto: 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (dok. Setkab)Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden 
Joko Widodo (Jokowi) menceritakan bagaimana sulitnya pemerintah mencapai 
swasembada pangan. Ada beberapa hal yang menyebabkan sampai saat ini Indonesia 
belum swasembada.


Hal tersebut dikemukakan kepala negara saat meresmikan Pembukaan Rapat 
Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahun 
2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/3/2019).


"Jadi kalau orang inginkan langsung bisa swasembada, bisa langsung ketahanan 
meloncat dan kedaulatan pangan sehari dua hari membalikkan tangan jadi, ndak 
akan mungkin. Perlu proses dan tahapan," kata Jokowi.




| 
Baca:
Jokowi Pastikan Bendungan Sukamahi dan Ciawi Tuntas 2019 |



Jokowi mencontohkan salah satu persoalannya, yakni dari minimnya bendungan dan 
waduk yang dimiliki Indonesia. Sejak merdeka pada 1945, Indonesia saat ini 
tercatat baru memiliki 231 waduk di berbagai wilayah Indonesia.

Sampai akhir tahun ini, jumlah bendungan yang akan bertambah bisa mencapai 65. 
Namun, jumlah tersebut kalah jauh dibandingkan bendungan maupun waduk yang 
dimiliki China yang mencapai 110.000.


"China memiliki waduk 110.000, kita hanya 231 saja. Bandingkan, dan bayangin. 
Artinya waduk kita kurang. Saya hitung supply ke sawah dan kebun hanya 11%. 
Kalau 65 unit rampung itu baru airi 20%," tegasnya.

"Jangan bayangkan swasembada kalau ini belum selesai. Kita harus berani 
investasi di sini. Hasilnya memang tidak langsung dipetik. Inilah proses yang 
terus kita lakukan," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Simak video terkait jagung di bawah ini.



(miq/miq)TAG:jagung swasembada pangan waduk bendungan indonesia chinaSHARE  
TERPOPULER   
   
   -    
Dari Rp 5 T Jadi Rp 28 T, Ini Kunci Meroketnya Laba Pertamina

   -    
Hore! Awal April 2019 Rapelan Kenaikan Gaji PNS Cair....

   -    
Sawit Ditolak Eropa, Bos Pertamina: Jangan Berkecil Hati!

   - Internasional   
Alan Krueger, Penasihat Ekonomi Obama Tewas Bunuh Diri

   - Internasional   
Kereta MTR Hong Kong Hancur Saat Uji Coba, Ini Updatenya

TERKAIT   
   - Foto   
Jokowi Saksikan Langsung Panen Raya Jagung di Gorontalo

    
   - Video   
Mengulik Polemik Impor Jagung

    
   - Video   
Soal Impor Jagung, Benarkah Klaim Jokowi?

   -    
Banjir Impor, Kapan RI Bisa Swasembada Pangan

    
   -    
Janji Swasembada & 'Kutukan' Impor Pangan Buat Jokowi-Prabowo

    
   -    
Masih Rajin Impor Beras, Swasembada Bagaimana Pak Jokowi?

BACA JUGA   
   - FINTECHStartup   
Swiss Buka Program Pengembangan bagi Startup RI, Tertarik?
19 March 2019 06:21 WIB
   - MARKET   
Aura Positif Damai Dagang AS-China Bikin Bursa Tokyo Menguat
18 March 2019 07:32 WIB
   - MARKET   
Mengintip Negara yang Rajin Beri Utangan untuk RI
17 March 2019 13:08 WIB
   - MARKET   
Investasi Asing di China Oke, Bursa Saham Asia Menghijau
15 March 2019 18:24 WIB
FEATURES   
   
   -    
Berhasil! Rupiah Menguat 3 Hari Beruntun!

   - Polling CNBC Indonesia   
BI Diramal Tahan Bunga Acuan Bulan Ini, Kapan Turunnya?

   -    
Tekuk Dolar Lagi, Euro Kokoh di Level Tertinggi dalam 2 Pekan

Download aplikasi CNBC Indonesia    Tentang KamiRedaksiPedoman Media 
SiberKarirDisclaimer©2019 CNBC Indonesia, A Transmedia Company


-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke