Hubungan Tiongkok-UE Menyongsong Momen Puncak
http://indonesian.cri.cn/20190319/d5e05a96-ff6d-2e73-61bd-7b546c65684b.html
2019-03-19 15:53:28
Presiden Tiongkok Xi Jinping hari Kamis (21/3) akan memulai kunjungan
kenegaraan di 3 negara Eropa yaitu Italia, Monako dan Perancis. Pemimpin
tertinggi Tiongkok akan memulai kunjungan perdana tahun ini di Eropa
sehingga dunia luar merasa itu luarbiasa, dan hubungan ekonomi dan
dagang, Satu Sabuk Satu Jalan dan pertukaran sosial dan budaya menjadi
kata kunci dalam kunjungan tersebut.
Padahal, hubungan Tiongkok-Uni Eropa mendatangkan dampak yang menjangkau
jauh terhadap hubungan bilateral, unilateral bahkan seluruh dunia, dan
mutlak tidak dapat disimpulkan dengan beberapa kata. Dengan kata Menteri
Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, sinyal yang disampaikan kunjungan Presiden
Xi kali ini sangat jelas dan tegas, yaitu biarkan bagaimanapun perubahan
situasi internasional, pihak Tiongkok akan menempatkan hubungan
Tiongkok-Eropa pada posisi yang penting dan diprioritaskan dalam
hubungan luar negeri Tiongkok. Ia memprediksi kunjungan Presiden Xi
Jinping sebagai momen puncak hubungan Tiongkok dengan Uni Eropa.
Momen puncak hubungan Tiongkok-Uni Eropa pertama-tama dimulai dengan
peranan pengarahan strategis penting pemimpin masing-masing terhadap
hubungan kedua pihak.
Pos pertama kunjungan Xi Jinping ke Eropa adalah Italia. Ini merupakan
kunjungan kenegaraan sekali lagi pemimpin negara Tiongkok ke Italia
setelah berselang 10 tahun. Sebelum keberangkatan Xi Jinping, ia
menerima surat Sekolah Negara Roma Italia. Presiden Xi dalam surat
balasannya menggairahkan para pelajar menjadi Marco Polo zaman baru dan
menjadi utusan pertukaran kebudayaan Tiongkok-Italia. Surat balasan itu
membuat para guru dan siswa sangat senang hati bahkan membuat kebehohan
di Italia sehingga lebih banyak pemuda Italia melihat nilaia bersama
kebudayaan Italia dan Tiongkok.
Momen puncak hubungan Tiongkok-UE juga berasal dari hubungan
persabahatan dan kerja sama yang dipertahankan Tiongkok dan
negara-negara Eropa yang berbesa sistemnya.
Momen puncak hubungan Tiongkok-UE juga berasal dari kebutuhan mendesak
perubahan situasi internasional terhadap dimainkannya peranan
stabilisator Tiongkok dan Eropa yang bersatu kompak dan saling percaya.
Sejak memasuki tahun 2019, dunia tetap penuh dengan variabilitas, dan
Eropa juga sama halnya. Dengan gangguan unilateralisme, proteksionisme
perdagangan, populisme dan terorisme, Eropa juga akan menyongsong
pemilihan Uni Eropa. Dalam perubahan situasi yang belum ada selama
seratus tahun ini, lebih dibutuhkan hubungan luar negeri negara-negara
besar sebagai stabilisator dan kekuatan positif. Kunjungan perdana
Presiden Xi ke 3 negara Eropa justru bertujuan merealisasi sinergi
inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan dengan strategi konektivitas Eurasia
yang dikemukakan Uni Eropa, menyediakan tenaga pendorong baru bagi
pertumbuhan berkelanjutan ekonomi global dan ruang baru kepada
negara-negara kawasan baik besar maupun kecil untuk mendorong hubungan
bersahabat dan bekerja sama demi kemenangan bersama.
Tak dapat disangkal, antara Tiongkok dan Uni Eropa juga terdapat
hubungan persaingan, tapi kerja sama tetap merupakan arus pokok kedua pihak..
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com