https://kaltim.antaranews.com/berita/52889/china-tanam-padi-gunakan-air-laut
China Tanam Padi Gunakan Air
Laut
Sabtu, 23 Maret 2019 16:01 WIB
Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Daerah Pesisir dan Kepulauan
(Aspeksindo) Rokhmin Dahuri memperlihatkan foto slide dari halaman
suratkabar yang memuat berita tanam padi di China menggunakan air laut.
(Antaranews Kaltim/Novi Abdi)
Bapak Ibu, para ahli di China sekarang bahkan sudah menciptakan padi
yang bisa tumbuh di air laut
Balikpapan (ANTARA) - Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Daerah
Pesisir dan Kepulauan (Aspeksindo) Rokhmin Dahuri memotivasi para
bupati-wali kota yang hadir di acara Rapat Kerja Nasional (Rakerna) I di
Balikpapan, Kalimantan Timur pada jum'at lalu.
"Bapak Ibu, para ahli di China sekarang bahkan sudah menciptakan padi
yang bisa tumbuh di air laut,” kata Rokhmin seraya memperlihatkan foto
slide dari halaman suratkabar yang memuat berita tersebut.
Hasil panen padi itu bahkan di atas perkiraan para peneliti yang hanya
4,5 ton per hektare. Padi yang tumbuh di air laut itu menghasilkan 9,5
ton per hektare.
Kemudian dari Jepang Rokhmin mencontohkan berbagai industri yang
mengolah air dari laut dalam. Setelah diambil seperti orang menambang
minyak, air dari laut dalam dapat diolah untuk aquaponic atau bercocok
tanam dengan media air laut, seperti padi di China tadi,
Industri farmasi, budidaya rumput laut, budidaya ikan, budidaya mutiara,
hingga didesalinasi untuk air minum.
"Karena air dari laut dalam itu sangat kaya dengan zat hara, seperti
pupuk,” kata Rokhmin Dahuri, Menteri Kelautan di masa pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang pertama.
Ada juga budidaya microalgae yang memiliki kandungan lemak yang bisa
diproses menjadi biofuel.
"Dengan budidaya di laut seluas 2 juta hektare, yang hanya 0,33 persen
dari luas Indonesia, akan didapat 2 juta barel minyak per hari,” sebut
Rokhmin.
Saat ini kebutuhan bahan bakar Indonesia lebih kurang 1,5 juta barel per
hari, sementara produksi minyak mentah sekira 800 ribu barel per hari,
dan kekurangannya ditutup dengan impor, baik minyak mentah ataupun yang
sudah jadi BBM.
Selain contoh-contoh yang sedemikian, Rokhmin Dahuri juga memberi banyak
contoh dari yang sudah dikerjakan di Indonesia, seperti budidaya ikan
kerapu dan budidaya udang dan lobster. Ada juga yang lengkap dengan
hitung-hitungan bisnisnya.
"Negeri kita ini punya potensi yang luar biasa, yang menunggu kita untuk
mengolahnya,” kata Ketua Aspeksindo Bupati Penajam Paser Utara Abdul
Gafur Mas’ud.
Pewarta : *Novi Abdi*
<https://kaltim.antaranews.com/berita/52889/china-tanam-padi-gunakan-air-laut#>
Editor: Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Cetak