*Direttur sudah punya gaji besar dan pasti banyak duit dimilikinya, tetapi
bukan berarti beliau tidak lagi mau duitnya bertambah lebih banyak.Jadi
hendaklah dimaklumkan bahwa banyak petinggi negara atau perusahaan negara
juga berpendirian demikian. Cara memperbanyak duit mereka kelihatannya
halal, tetapi pada dasarnya haram.hehehehe*

*Menyatakan hal tersebut, teringat saya pada seorang teman semasa sekolah,
kalau dia berkunjung selalu ditanya oleh teman-teman yang berkumpul,
pertanyaannya : "Apakah bung sudah makan"? Sandard jawabannya :"Saya sudah
makan,  bukan berarti tidak lagi mau makan". Teman ini belum lama meninggal
dunia di Amsterdam.*


*https://kumparan.com/@kumparanbisnis/gaji-ratusan-juta-kenapa-direktur-krakatau-steel-masih-terima-suap-1553401687903730144?ref=trenstory
<https://kumparan.com/@kumparanbisnis/gaji-ratusan-juta-kenapa-direktur-krakatau-steel-masih-terima-suap-1553401687903730144?ref=trenstory>*

24 Maret 2019 5:49 WIB
1
11
Gaji Ratusan Juta, Kenapa Direktur Krakatau Steel Masih Terima Suap?
Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro
mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK,
Jakarta, Sabtu (23/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Linggaa

Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel
<https://kumparan.com/topic/krakatau-steel> (Persero) Tbk, Wisnu Kuncoro,
resmi ditetapkan KPK menjadi tersangka. Wisnu ditangkap karena diduga
menerima suap dari pihak swasta untuk pengadaan barang dan jasa anggaran
2019.

Sebagai Direksi BUMN, Wisnu bergaji besar. Mengutip laporan tahunan emiten
berkode KRAS untuk kinerja tahun 2017 yang disampaikan pada 2018 lalu,
total gaji seluruh direksi dalam setahun adalah Rp 11,4 miliar. Selain itu,
direksi juga mendapatkan tunjangan Rp 2,4 miliar dan asuransi purna jabatan
Rp 2,5 miliar. Total remunerasi untuk seluruh direksi BUMN produsen besi
baja itu dalam setahun, mencapai Rp 16,3 miliar.

Adapun jumlah direksi di manajemen Krakatau Steel
<https://kumparan.com/@kumparannews/dirut-krakatau-steel-kasus-suap-wisnu-kuncoro-tak-ganggu-perusahaan-1553385125934850205>sebanyak
6 orang. Sehingga rata-rata penghasilan yang diterima setiap anggota
direksi KRAS yakni sebesar Rp 2,7 miliar per tahun atau Rp 226,4 juta per
bulan. Dengan kata lain, pendapatan per bulan Wisnu sekitar Rp 226,4 juta.

Lalu mengapa Wisnu tetap tergoda menerima suap?

Pakar Manajemen dan juga Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali,
mengatakan dengan gaji besar kebutuhan para direksi BUMN sebenarnya sudah
terpenuhi dengan baik. Karena itu, dia melihat suap yang diterima Wisnu
Kuncoro bukan karena didesak kebutuhannya.

"Jadi korupsi itu di kalangan eksekutif bukan karena kebutuhan, sebab
kebutuhan mereka sudah terpenuhi. Jadi, lebih karena faktor *greedy* (rakus).
Korupsi itu ada dua karena *by**need *seperti di rakyat bawah itu misalnya
tukang parkir dia dapat berapa, setor cuma 50 persen. Tapi kalangan yang
dibidik KPK ini karena mereka korupsi atau *greedy*, bukan fungsi dari
pendapatan atau gaji," kata pria yang juga Komisaris Utama PT Angkasa Pura
II (Persero) itu kepada kumparan, Minggu (24/3).
Rhenald Kasali di Kantor Wapres (28/08/2018). Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Dengan gaji besar, Rhenald menyebut ada beberapa penyebab yang membuat para
pejabat perusahaan negara menerima suap. Pertama, kata dia, bisa saja
direksinya tergoda oleh rayuan vendor atau pihak swasta yang
mengiming-imingi sesuatu, padahal direksi sudah menolak.

Faktor kedua, ada pimpinan yang tanpa sadar dipelihara oleh anak buah yang
bermain. Perlu diingat, posisi anak buah lazimnya lebih lama di perusahaan
ketimbang para direksi. Sebab, para direksi terus mengalami rotasi atau
pergantian sesuai dengan keputusan Menteri BUMN sebagai pemegang saham
tertinggi.

Meski begitu, Rhenald menyebut anak buah yang bermain di Krakatau Steel
tidak begitu nampak, tapi kemungkinan itu selalu ada.

"Karena kalau misalnya ada direksi yang ditanya tapi mau tanya dulu ke anak
buah atau direksi takut dengan anak buah, besar kemungkinan mereka
dipelihara anak buah. Bisa saja itu terjadi," ucapnya.

Perusahaan berkode emiten KRAS ini juga sudah lama rugi. Karena itu, kata
Rhenald, para direksinya pasti sudah lama juga tidak menerima bonus selama
bertahun-tahun. Sebagai informasi, KRAS pada kuartal III 2018 membukukan
rugi bersih sebesar USD 37,78 juta. Kinerja keuangan tersebut tercatat
membaik setelah perseroan berhasil menekan kerugian sebesar 51,18 persen
dari rugi bersih yang dibukukan sebesar USD 75,05 juta pada kuartal III
2017.

Sebagai komisaris di perusahaan negara lainnya, Rhenald mengaku bersyukur
ada KPK. Sebab, ada hal-hal yang tidak bisa terlihat oleh komisaris dan
pengawas lainnya kepada direksi, tapi bisa terdeteksi KPK.

"BUMN justru terima kasih dengan adanya KPK karena ada hal hal yang tidak
bisa dilihat. BUMN ini badan besar, aset besar, asetnya besar, investasi
besar, penjualan besar, dan orang semua punya kepentingan BUMN," kata dia.

Kirim email ke