https://www.jawapos.com/jpg-today/25/03/2019/makan-di-stasiun-hingga-bergelantungan-ini-tanggapan-mrt-jakarta
Makan di Stasiun Hingga Bergelantungan, Ini Tanggapan MRT Jakarta

*BERITA DI SEKITAR ANDA* <https://www.jawapos.com/jpg-today>

 25 Maret 2019, 01:20:59 WIB

[image: Makan di Stasiun Hingga Bergelantungan, Ini Tanggapan MRT
Jakarta]lustrasi
warga menikmati makanan di Stasiun MRT (Istimewa)

Share this

*JawaPos.com* - Di tengah kebanggaan warga Jakarta memiliki transportasi
massal modern Moda Raya Terpadu (MRT), belakangan justru viral dengan
beredarnya foto-foto penumpang MRT tidak tertib, bahkan merusak fasilitas
kereta.

Foto-foto itu menunjukkan gambar dari orang bergelantungan dengan handle
kereta, berdiri di atas kursi, buang sampah sembarangan, hingga makan nasi
bungkus layaknya piknik keluarga di dalam stasiun MRT. Budaya buruk dalam
bertransportasi massal menuai sorotan dari pihak PT MRT.

Direktur Utama PT MRT William Sabandar mengatakan, beberapa waktu lalu
ditemukan beberapa penumpang berperilaku tidak terpuji. Seperti makan di
dalam stasiun, bergelantungan di handle kereta, hingga berdiri di depan
pintu masuk-keluar kereta.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jakarta dan indonesia, tolong
jaga, tolong rawat MRT ini, dan mari berperilaku baik saat menggunakan jasa
MRT, serta santun mengikuti aturan MRT. Tapi kalau kayak gitu (tidak
tertib), artinya kita sebagai bangsa Indonesia belum naik kelas," ujar
William usai turut meresmikan pengoperasian MRT di kawasan HI, Minggu
(24/3).

Budaya buruk masyarakat dalam bertransportasi massal, pihak PT MRT pun
terus memberikan edukasi dan peringatan kepada seluruh pengguna jasa MRT.
William berharap, masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, bisa tertib dan
menunjukkan kebanggaannya kepada MRT.

Sebab, fasilitas transportasi massal ini adalah milik negara yang
seharusnya dijaga dan dirawat. Bahkan, kata William, Presiden RI Joko
Widodo pun menyampaikan bahwa dengan adanya MRT ini adalah pesan menuju
peradaban baru. Artinya, budaya masyarakat Indonesia pun harus naik kelas.

"Kami mengajak dan Bapak Presiden sudah mengingatkan bahwa MRT ini mohon
dijaga dan MRT ini milik kita jadi dijaga," ujarnya.

William menambahkan, demi keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, jumlah
penumpang MRT akan dibatasi menjadi 80.000 orang setiap harinya selama
belum ada pemberlakuan tarif.

"Berdasarkan evaluasi kemarin, maka hari ini kami buka lagi 80 ribu kuota.
Jadi kita minta maaf masyarakat harus mendaftar melalui ayocobamrtj.com,
sehingga ada keteraturan," pungkas William.

Kirim email ke