https://www.jawapos.com/ekonomi/21/03/2019/kata-faisal-basri-sebenarnya-indonesia-masih-negara-miskin
Kata Faisal Basri, Sebenarnya Indonesia Masih Negara Miskin ACT Tawarkan
Global Wakaf Sebagai Solusi

*EKONOMI* <https://www.jawapos.com/ekonomi>

 21 Maret 2019, 23:07:40 WIB

[image: Kata Faisal Basri, Sebenarnya Indonesia Masih Negara Miskin]Ekonom
Faisal Basri menyebut sebenarnya Indonesia masih negara miskin. (Dok. Humas
ACT)



*JawaPos.com* - Pakar Ekonomi Faisal Basri mengungkapkan bahwa angka
terbaru pada 2017 menunjukkan 1 persen orang terkaya menguasai 46,6 persen
kekayaan nasional. Hal itu dikatakannya dalam acara bertajuk Sharing with
The Master: Meneropong Masa Depan Makro Ekonomi Nasional dan Peran
Strategis Wakaf dalam Pengentasan Kemiskinan.

"Jumlah orang miskin absolut itu ada di desa 60 persen. Di desa itu
kegiatan utamanya pertanian, jadi akar kemiskinan ada di sektor pertainan
yang lokasinya di desa," ujarnya di Aula Andalusia, Menara 165, Jakarta
Selatan, Kamis (21/3).

Salah satu penyebabnya, yakni ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola
bahan baku. Masyarakat cenderung menjual bahan mentah sehingga tidak
mendapat nilai tambah.

Faisal menambahkan, kemiskinan di sektor pertanian juga dikarenakan
produktivitas petani yang hanya mengandalkan masa tanam. Padahal, ada
banyak kegiatan produktif lain yang bisa dikerjakan sembari menunggu masa
panen.

"Salah satunya misal mengolah cabai menjadi keripik. Seperti yang terjadi
di Sumatera Barat, suami ke sawah, istrinya mengolah (keripik)," tambah
Faisal.

Paparan data yang dibeberkan Faisal cenderung menunjukkan bahwa kesenjangan
ekonomi di Indonesia sebenarnya masih sangat lebar.

"Jadi kalau PDB (Pendapatan Domestik Bruto) di dunia kita nomor 16. Tapi
(kalau dibagi) per orangnya, nomor 116 PDB per kapita. PPP (*purchasing
power parity)*kita nomor 8. Tapi, kalau dibagi (jumlah) penduduk, kita
nomor 100. Itulah kemiskinan itu, kita ini masih miskin," paparnya.

Sementara itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin yang turut hadir
mengungkapkan, memang kemiskinan yang saat ini terjadi di Indonesia,
termasuk tragedi kemanusiaan.

"Kami sadar sekali, tragedi kemanusiaan bukan sekadar bencana alam, bukan
konflik atau perang. Tapi, ada konflik lebih hebat dari itu, yaitu
kemiskinan," tuturnya.

Oleh karena itu, ACT melalui Global Wakaf telah mencari solusi untuk
menekan kemiskinan. Baginya, wakaf adalah alat dari yang Maha Kuaasa
sebagai solusi untuk mengentaskan kemiskinan.

"Mengapa umat ini tetap miskin? Karena umat tidak menggunakan instrumen
wakaf. Karena dengan adanya wakaf ini, masyarakat dapat produktif dalam
mengelola aset-aset yang telah mereka wakafkan," pungkas dia.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Yesika Dinta

#pdb <https://www.jawapos.com/tag/pdb> #purchasing power parity
<https://www.jawapos.com/tag/purchasing-power-parity>
*BERITA TERKAIT*

   -

   I*MF Desak Negara-negara Kurangi Utang, Menkeu: Tidak Untuk Indonesia*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/finance/22/01/2019/imf-desak-negara-negara-kurangi-utang-menkeu-tidak-untuk-indonesia>
   -

   *Disandingkan dengan Indonesia, Ini Profil Haiti Menurut World Bank*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/26/12/2018/disandingkan-dengan-indonesia-ini-profil-haiti-menurut-world-bank>
   -

   *Keren! Segini Proyeksi UMKM yang Akan Go Digital di 2020*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/19/11/2017/keren-segini-proyeksi-umkm-yang-akan-go-digital-di-2020>
   -

   *Capai 5,49 Persen, Industri Tumbuh Meroket di Atas Perekonomian*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/06/11/2017/capai-549-persen-industri-tumbuh-meroket-di-atas-perekonomian>
   -

   *Menkeu: Defisit APBN 2018 Dirancang Makin Mengecil*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/finance/21/08/2017/menkeu-defisit-apbn-2018-dirancang-makin-mengecil>
   -

   *Jadi Kontributor Terbesar, Industri Non-migas Sumbang 18 Persen PDB*
   
<https://www.jawapos.com/ekonomi/13/08/2017/jadi-kontributor-terbesar-industri-non-migas-sumbang-18-persen-pdb>

*REKOMENDASI*

Kirim email ke