Kelihatan sekali di kubu Jokowi sudah tidak ada lagi yang sanggup mengkampanyekan program. Lebih-lebih program untuk memajukan Rakyat.
Apabolehbuat, sekarang mereka bisanya cuma paduan suara mengingatkan seluruh dunia bahwa tempohari Jokowi kebelet membebaskan Abu Bakar Baasyir. --- ilmesengero@... wrote: Hendropriyono dan Luhut Coba Ganggu Prabowo Hendropriyonodan Luhut Coba Ganggu Prabowo 29 Maret2019 1minute read Cetak Google+ Twitter Facebook Hendropriyonodan LBP bicara “ngorba” soal ideologi. Pancasila berhadapan dgnkhilafah, kata Hendropriyono. Ada yg hendak mengganti Pancasila, kataLBP. Pada kurun yg sama, dlm tiap kampanye terbukanya, Jokowi selalumenyinggung soal fitnah dan tuduhan kepada dirinya sebagai PKI, akanmenghapus adzan, melegalkan LGBT, dll. Tampakbahwa ketiganya berada dalam satu ikatan: mengusung hal yg sama.Dihubungkan dengan debat ke-4 besok Sabtu (30/3/19) yang temanyamenyangkut ideologi, hubungan internasional, dan keamanan, menjadilogis jika apa yang mereka lakukan merupakan pengkondisian jelangdebat. Sedang dibangun kode semiotis bahwa lawan debat adalahrepresentasi dari kelompok yang hendak mengganti ideologi itu. Carademikian dianggap penting sebab tema debat besok, di atas kertasmerupakan ranah “milik prabowo”. Jadi, Prabowo harus “diganggu”sejak sebelum naik panggung. Konsentrasinya harus dipecah. Disisi lain, cara pandang publik juga harus diganggu, agar apapun yangdikatakan dan tampak secara visual dari Prabowo di panggung menjadisalah dan menyebalkan. Cara melihat lebih sering identik dengan caraberpikir. Apa yang dilihat sesungguhnya merupakan apa yang dipikirkan(Berger). Dipanggunga besok, hemat saya, Jokowi juga akan mengirim “pesangestural” yang mengganggu sedemikian. Prabowo akan dipancing untukkeluar dari “pertahanan emosinya”. Salah satu cara jitu untukmelumpuhkan lawan adalah dengan membuatnya marah. ApakahPrabowo akan terbawa masuk ke dalam permainan itu, kita lihat besok.Bagi Prabowo, situasi panas tentang ideologi jelang debat besok itu,justeru bisa menjadi peluang untuk menunjukkan kualitas dirinyasebagai pemimpin. Kita tahu, cara lain menghancurkan lawan adalahdengan menggoda untuk “menguras” seluruh kemampuannya sebelummelakukan serangan balik. JikaPrabowo meyakini bahwa lawan debat tidak memiliki kapasitas untukmenjelaskan soal ideologi, misalnya, Prabowo pasti tahu cara “membukabaju” lawannya sehingga tampak tubuh aslinya. Dari tubuh, semuatanda akan tampak. Siapa berbohong, tak paham masalah, salah tingkah,marah, dll tidak pernah tidak terekam dari gerak tubuh, sekecilapapun. Kitalihat besok. Salam AcepIwan Saidi (PakarSemiotika, Staf Pengajar ITB)
