Utang masih sekitar 30% GDP, limit menurut legislasi 60% GDP, masih banyak 
space buat utang. Kalau nanti mencapai 60% GDP juga legislasi bisa dirubah toh 
US 100% GDP Jepang 200% GDP.Biarpun kartu2 membuka peluang yg makin besar untuk 
korupsi tetapi juga membuka peluang dagang sapi dapat dukungan politik. Mata 
ditutup sebelah okelah yg penting semua happy.
---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :



Prabowo mungkin lupa bahwa kalau tidak ada uang bisa dipinjam. Banyak pihak 
yang bersedia kasi pinjaman asal saja penuhi syarat yang mereka tentukan.

Pertanyaan yang timbul ialah mengapa Jokowi tidak sekaligus diterapkan 
pendidikan mulai dari SD hingga universitas tidak perlu bayar, sama halnya 
untuk pelayanan kesehatan warganegara akan lebih praktis dan lebih murah 
daripada pakai kartu-kartu. Bukankah untuk kartu-kartu itu harus ada 
administrasi dan juga untuk membuat kartu-kartu membutuhkan biaya yang tidak 
sedikit dan ditambah lagi APBN selalu defisit. Kalau pakai kartu-kartu terbuka 
Lapangan birokrasi untuk tikus-tikus melakukan korupsi. Bayangkan saja untuk 
mencetak Al Quran dikorupsi oleh tikus-tikus jahanam, bukan itu saja uang 
jamaah haji pun disikat. Baru-baru ini ada petinggi Kementrian Agama yang juga 
ketua partai agama berlambang Kabah di Mekkah ditangkap karena korupsi. 
Sejumlah uang disita di ruang kerja menteri agama. Apakah menteri agama akan 
dihadapkan ke pengadilan dan dinyatakan tidak bersalah sekalipun menyimpan 
barang haram di ruang kernya?

Mengenai kartu-kartu seperti misalnya kartu kesehatan dan pendidikan, lihat 
pada negara kafir komunis Kuba dan Korea Utara sekalipun mereka tidak punya 
Pancasila dan tidak kaya dalam sumber kekayaan alam ditambah lagi diboikot 
bertahun-tahun , keadaan ekonomi mereka sangat  terbatas,tetapi mampu 
memberikan pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis kepada warganegara mereka.

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/serang-kartu-kartu-jokowi-prabowo-jangan-mau-dibohongi-duitnya-gak-ada.htm



Soal Kartu-Kartu Jokowi, Prabowo: Jangan Mau Dibohongi, Duitnya Gak Ada

Kirim email ke