https://www.antaranews.com/berita/817722/pembayaran-lahan-tol-banda-aceh-sigli-selesai-2019





*Pembayaran lahan Tol Banda Aceh-Sigli selesai 2019*

 *Sabtu, 30 Maret 2019 13:25 WIB*

[image: Pembayaran lahan Tol Banda Aceh-Sigli selesai 2019]*Sejumlah alat
berat sedang berkeja membangun jalan tol Banda Aceh-Sigli di kawasan
Montasik, Aceh Besar, Aceh, Kamis (14/3). (Antara Aceh/ Irwansyah Putra)*

*Kita target hingga akhir Desember tahun ini, kita tuntaskan (pembayaran)
minimal lahan milik masyarakat*

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah menargetkan pembayaran lahan milik
masyarakat setempat yang melewati 10 kecamatan dengan 78 gampong (desa)
demi mewujudkan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74
kilometer bakal terealisasi hingga akhir tahun ini.

"Kita target hingga akhir Desember tahun ini, kita tuntaskan (pembayaran)
minimal lahan milik masyarakat," ujar Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan
Tanah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, Alfisyah di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menyebut, pembangunan jalan bebas hambatan terbentang mulai dari Banda
Aceh melewati Aceh Besar hingga Pidie di Aceh memakai lahan seluas 856
hektare dengan lebar tanah mencapai 80 meter.

Dari peta bidang dan daftar nominatif di total luas lahan itu memiliki
3.586 bidang tanah yang telah diumumkan beberapa tahun lalu dari tersebar
di enam seksi jalan tol yang akan segera terealisasi.

Keenam seksi itu, yakni Seksi 1 dari Simpang Padang Tiji-Simpang Susun
Seulimeum 25,7 kilometer, Seksi 2 Seulimeum-Simpang Susun Jantho 6,3
kilometer, dan Segmen 3 Simpang Susun Jantho-Simpang Susun Indrapuri 16
kilometer.

Lalu Seksi 4 mulai Simpang Susun Indrapuri-Simpang Susun Blang Bintang
sepanjang 13,5 kilometer, Segmen 5 Simpang Susun Blang Bintang-Simpang
Susun Kuto Baro 7,7 kilometer, dan Segmen 6 Simpang Susun Kuto Baro-Simpang
Baitussalam 4,8 kilometer.

"Minimal terdapat tiga ribu lebih bidang tanah, hingga akhir tahun ini
harus sudah kita bayar lunas. PT Hutama Karya telah melakukan pembayaran
ganti rugi senilai Rp168,2 miliar dengan jumlah 965 bidang tanah dari total
3.586 bidang," tegasnya.

Ia mengaku, tetapi dalam pengadaan tanah untuk dijadikan jalan tol pertama
di Aceh ini, terdapat istilah yang umum di masyarakat, yakni tanah wakaf,
dan tanah kas desa.

"Ini mungkin, penyelesaiannya dalam waktu tersendiri. Karena tanah wakaf,
dan kas desa harus melewati beberapa tahapan untuk prosesnya pelepasan,"
kata Alfi.

Presiden Joko Widodo pertengahan Desember 2018, telah meresmikan
pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli sebagai upaya memudahkan mobilitas
masyarakat, dan barang di daerah untuk pertumbuhan ekonomi.

"Sore hari ini, kita akan melakukan peletakan batu pertama untuk dimulainya
konstruksi jalan tol dari Aceh menuju Lampung," kata Jokowi dalam
sambutannya saat meresmikan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli di Blang Bintang,
Aceh Besar.

Jokowi meyakini, kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, perusahaan BUMN terkait, dan sejumlah kepala daerah, maka
pembangunan akan berjalan cepat.

Menurut dia, pembangunan enam seksi jalan tol membutuhkan dorongan dari
kepala daerah baik bupati, wali kota maupun gubernur. Hal itu terkait
pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk tol.

"Problemnya hanya ada di situ. Di mana-mana yang namanya pembangunan jalan
tol itu selalu problem dan masalah di pembebasan," kata Jokowi.

*Baca juga: **Pemerintah Aceh yakini pembangunan jalan tol percepat
perekonomian masyarakat*
<https://www.antaranews.com/berita/778024/pemerintah-aceh-yakini-pembangunan-jalan-tol-percepat-perekonomian-masyarakat>
*Baca juga: **Presiden katakan Tol Lampung-Aceh tersambung 2024*
<https://www.antaranews.com/berita/778021/presiden-katakan-tol-lampung-aceh-tersambung-2024>

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kirim email ke