..

https://pemilu.antaranews.com/berita/817612/mui-ingatkan-jangan-gunakan-isu-khilafah


MUI ingatkan jangan gunakan isu khilafah

   - PILPRES <https://pemilu.antaranews.com/pilpres>
   -  30 Maret 2019 00:55

[image: Bawaslu Sumbar Diskualifikasi Tiga Caleg Akibat Pelanggaran
Pemilu]Ketua
Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin (kiri) dalam satu
wawancara di Jakarta, Rabu (27/3/2019), (Foto: ANTARA News/Anom Prihantoro)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI),
M Din Syamsuddin mengingatkan kepada kedua kubu pasangan calon presiden dan
wakil presiden untuk menghindari penggunaan isu keagamaan seperti
penyebutan khilafah, karena itu merupakan bentuk politisasi agama yang
bersifat pejoratif (menjelekkan) pada Pilpres 2019.

Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu dinihari,
menyebutkan bahwa imbauan itu sesuai Taushiyah Dewan Pertimbangan MUI
sebagai hasil Rapat Pleno Ke-37 pada Rabu (27/3/2019).

Menurut Din, walaupun di Indonesia khilafah sebagai lembaga politik tidak
diterima luas, namun khilafah yang disebut dalam Al-Qur'an adalah ajaran
Islam yang mulia. "Manusia mengemban misi menjadi Wakil Tuhan di Bumi atau
'khalifatullah fil ardh'," kata Din.

Ia menjelaskan, mempertentangkan khilafah dengan Pancasila adalah identik
dengan mempertentangkan negara Islam dengan negara Pancasila, yang
sesungguh sudah lama selesai dengan penegasan negara Pancasila sebagai
"Darul Ahdi was Syahadah" atau negara kesepakatan dan kesaksian.

"Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan dapat
menyinggung perasaan umat Islam," ujar Din.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menambahkan, menisbatkan sesuatu yang
dianggap Anti-Pancasila terhadap suatu kelompok adalah labelisasi dan
generalisasi (mengebyah-uyah) yang berbahaya dapat menciptakan suasana
perpecahan di tubuh bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, MUI mengimbau segenap elemen bangsa agar jangan
terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan
dan kondusif bagi Pemilu 2019 yang damai. "Mari kita ciptakan
Pemilu/Pilpres yang damai, berkualitas, berkeadilan, dan berkeadaban,"
ucapnya.*


Baca juga: BPN bantah Prabowo Subianto pendukung ideologi khilafah
<https://www.antaranews.com/berita/816943/bpn-bantah-prabowo-subianto-pendukung-ideologi-khilafah>

Baca juga: Hasyim: mustahil Prabowo dirikan negara khilafah
<https://www.antaranews.com/berita/800761/hasyim-mustahil-prabowo-dirikan-negara-khilafah>

Kirim email ke