Santri Harus Jaga NKRI
[image: Santri Harus Jaga NKRI]
Kongres Santri dan rapat kerja Forum Santri Nasional (FSN) di Hall A
Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (31/3/2019). ( Foto: istimewa )

   - <https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://brt.st/6aeN>
   -
   
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Santri+Harus+Jaga+NKRI&url=http://brt.st/6aeN&via=beritasatu&related=@beritasatu>
   - <?subject=Santri%20Harus%20Jaga%20NKRI&body=http://brt.st/6aeN>
   - <https://plus.google.com/share?url=?http://brt.st/6aeN>

Dalam menyampaikan materi dakwah harus berdasarkan unsur keislaman tanpa
intimidasi dan caci-maki.

Santri juga perlu mengembangkan diri dalam bidang ekonomi.
Bernadus Wijayaka / BW Sabtu, 30 Maret 2019 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf
Amin (KMA) mengajak para santri, alumni, dan pengasuh pondok pesantren
untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia Maju. Santri harus menjaga Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan itu disampaikan Ma’ruf Amin dalam Kongres Santri dan rapat kerja
Forum Santri Nasional (FSN) di Hall A Jakarta Convention Center (JCC),
Sabtu (30/3/2019).

“Mudah-mudahan Kongres Santri ini menghasilkan keputusan-keputusan yang
progresif dan membangun kepercayaan diri para santri. Karena santri harus
punya peran yang lebih besar dalam membangun bangsa dan negara,” ujar
Ma’ruf Amin disambut meriah para santri.

Rais Aam ke-10 PBNU ini juga mendorong santri agar aktif berdakwah. Lebih
lanjut Ma’ruf Amin mengatakan, dalam menyampaikan materi dakwah harus
berdasarkan unsur keislaman tanpa intimidasi dan caci-maki.

“Santri juga bertugas menjaga agama sesuai akidah ahlussunnah waljamaah.
Menjaganya dari ajaran menyimpang. Santri harus menjaga agama dengan tanpa
intimidasi tanpa fanatisme yang berlebihan tanpa pemaksaan dan memaklumi
perbedaan,” imbuh Ma'ruf Amin seperti dalam keterangan tertulis yang
diterima Beritasatu.com.

Santri juga perlu mengembangkan diri dalam bidang ekonomi. “Kita harus
membangun pemberdayaan. Harus mampu mandiri. Santri yang bagus itu yang
pintar mengaji juga pintar berwirausaha. Juga profesional di bidang
profesinya masing-masing,” ujar Ma’ruf Amin.

Terkait pengembangan wira usaha santri itu, FSN telah membentuk Gus Iwan.
yang merupakan singkatan dari Santri Bagus yang Pintar Mengaji dan
Usahawan. Hal itu merupakan praktik dari konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia..

“Santri-santri zaman now, harus adaptable. Ini zamannya sudah zaman 4.0.
Santri pasti mampu beradaptasi di segala zaman. Sebab kita sudah punya
pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, yaitu kaidah
Al-muhafadzotu 'ala maqadimissahlih, Wal Akhdzu biljadidil Ashlah. Menjaga
yang lama yang masih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik yaitu
melakukan transformasi dengan tetap menjaga tradisi,” tandas Ma’ruf Amin.

Ketua Panitia Kongres Santri dan Rapat Kerja FSN, Gus Arif Rahmansyah
Marbun menjelaskan, FSN sebagai rumah besar santri ingin membangun sinergi
Poros Gerakan Sosial Keummatan dan Kebangsaan untuk Indonesia Maju. Salah
satunya, FSN mendorong terwujudnya Kementerian Khusus Pondok Pesantren.

“Forum Santri Nasional sebagaimana kita cita-citakan adalah rumah besar
santri, yang akan menjadi ladang khidmat bagi para santri-santri unggulan,
agar santri makin maju, mandiri, dan makin berdaya,” ujarnya.

Wakil Rais Amm FSN ini bertekad akan menjalankan dan memenuhi harapan para
ulama dan pendiri bangsa. Seperti, harapan Ma’ruf Amin agar santri dapat
berperan menjaga NKRI.

“Kongres santri ini adalah momentum kita untuk merapatkan barisan.
Sahabat-sahabatku, saatnya kita bersatu, kita hadirkan kekuatan santri
sebagai poros pemberdayaan nasional," tandasnya.

Gus Arif pun menyatakan, kongres santri adalah awal dari kemajuan gerakan
para santri. "Ini awal kita take off dan harus terbang setinggi mungkin.
Dan, kita harus menentukan posisi landing yang tepat," ujarnya.

"Melalui kongres pertama ini, kita berikhtiar untuk memperkuat kapasitas
diri dan kelembagaan. Kita perkuat SDM santri. Kita kobarkan cita-cita FSN
sebagai poros baru kemasyarakatan dan kebangsaan,” tambahnya.

Rais Aam FSN dan juga Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, Gus Syauqi
Ma'ruf Amin berharap, FSN dapat menjadi wadah perjuangan para santri. FSN
akan berusaja menciptakan santri pancasilais.


Sumber: Suara Pembaruan

Kirim email ke