-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Terapkan Gagasan Komunitas Senasib, Bentukan Bersama Tata Tertib
Laut Tiongkok Selata
日期: Sun, 31 Mar 2019 13:57:57 +0800
從: ChanCT <[email protected]>
到: GELORA_In <[email protected]>
*Terapkan Gagasan Komunitas Senasib, Bentukan Bersama Tata Tertib Laut
Tiongkok Selata*n
http://indonesian.cri.cn/20190331/5869b605-b1f4-2217-c195-e3ce9dc8ff7d.html
2019-03-31 09:48:04
Forum Laut Tiongkok Selatan sidang tahunan 2019 Forum Asia Bo’ao
diadakan di Bo’ao, Provinsi Hainan, Tiongkok pada 29-30 bulan ini. Forum
yang mengangkat tema “Keamanan Maritim Asia-Pasifik: Kerja Sama, Tata
Tertib dan Peraturan” dihadiri oleh ratusan sarjana, pejabat dan wakil
terkait dari belasan negara dan daerah.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Yi Xianliang dalam pidatonya
menyatakan, keamanan Laut Tiongkok Selatan seharusnya berdasarkan pada
tata tertib dan peraturan tanpa kekerasan. Jauh pada tahun 1990-an,
Tiongkok dan negara-negara ASEAN telah membuka jalan penjajakan yang
mengusahakan perdamaian dan kestabilan dengan peraturan. “Deklarasi Aksi
Para Pihak Laut Tiongkok Selatan” yang ditandatangani pada tahun 2002
telah menegakkan “peraturan Laut Tiongkok Selatan”. Konsultasi tentang
“Patokan Aksi Laut Tiongkok Selatan” akan menyempurnakan lebih lanjut
jaminan sistem perdamaian dan kestabilan Asia-Pasifik, sementara
menemukan jalan pembenahan maritim yang berkepribadian Asia. Keamanan
negara-negara dan rakyat di sepanjang pantai Laut Tiongkok Selatan perlu
diperhatikan terlebih dahulu, kerja sama merupakan cara utama untuk
menjamin dan mendorong keamanan, berbagai negara seharusnya bersatu hati
untuk menjamin dan mendorong keamanan melalui kerja sama. Masalah Laut
Tiongkok Selatan yang dibahas antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN
berbeda maknanya dengan “masalah Laut Tiongkok Selatan” yang diusulkan
oleh Amerika Serikat. Masalah Laut Tiongkok Selatan tidak seharusnya
tidak dijadikan sebagai alat pengekang strategis oleh negara-negara
besar di luar Laut Tiongkok Selatan terhadap Tiongkok. Negara-negara di
luar Laut Tiongkok Selatan perlu memainkan peranan konstruktif untuk
perdamaian dan kestabilan regional, tetapi bukan menjadi sumber
keguncangan yang merusak perdamaian dan kestabilan Laut Tiongkok
Selatan. Tiongkok akan tetap mempertahankan penyelesaian pertikaian
melalui dialog dan konsultasi, mempertahankan interaksi melalui
penyusunan peraturan, mempertahankan perkembangan bersama melalui kerja
sama yang saling menguntungkan, mendorong pembentukan komunitas senasib
manusia, memberi kontribusi baru untuk keamanan jangka panjang Laut
Tiongkok Selatan dan kemakmuran bersama di kawasannya.
Direktur Pusat Penelitian Strategis dan Keamanan Internasional
Universitas Tsinghua, Fu Ying, Presiden Akademi Laut Tiongkok Selatan,
Wu Shicun dan Pendiri CSIS Indonesia, Wanandi serta para wakil pada
umumnya berpendapat, topik laut Asia-Pasifik sedang mengalami perubahan
rumit dan mendalam. Berbagai pihak terkait seharusnya meningkatkan
kesepahaman melalui dialog, mendorong perdamaian dengan kerja sama,
saling menghormati dan saling menaruh perhatian atas kepentingan
masing-masing, bekerja sama di bidang-bidang pengontrolan situasi dan
pemeliharaan sumber perikanan, mendorong perancangan konsultasi “Patokan
Aksi Laut Tiongkok Selatan” dan peraturan lainnya, bekerja sama untuk
membina tata tertib maritim untuk keamanan umum dan kemakmuran bersama.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com