Tiongkok dan Myanmar Bangun Stasiun Pilot Kedua di Dunia

http://indonesian.cri.cn/20190401/47354b2f-2e7e-65a2-47dd-447669f8781b.html
2019-04-01 10:53:28

Pelabuhan Yangoon yang terletak di bagian selatan Kota Yangoon, Myanmar adalah pelabuhan terbesar di Myanmar, juga adalah pusat logistik internasional di Myanmar. Pada hari Sabtu (30/3), stasiun pilot lepas pantai Yangoon yang dibangun oleh Perseroan Proyek Pelabuhan Tiongkok telah diresmikan.

图片默认标题_fororder_2 缅甸交通运输部部长吴丹辛貌在竣工仪式上致辞.JPG

图片默认标题_fororder_3 中方完成仰光外海引航站全部建设工作将引航站正式移交给缅方.JPG

图片默认标题_fororder_1 中国驻缅甸大使洪亮在竣工仪式上致辞.JPG

图片默认标题_fororder_4 中缅双方正式启动仰光外海引航站.JPG

Pada Sabtu lalu, upacara serah terima stasiun pilot lepas pantai Yangoon diadakan di Yangoon dan stasiun pilot tersebut mulai beroperasi. Duta Besar Tiongkok untuk Myanmar, Hong Liang menyatakan, peresmian stasiun pilot tersebut mempunyai arti penting bagi perkembangan pelayaran Myanmar.

Hong Liang mengatakan, melalui kerja sama erat antara Perusahaan Proyek Pelabuhan Tiongkok dengan Kementerian Perhubungan dan Telekomunikasi Myanmar, sebuah stasiun pilot yang modern dan multi fungsi selesai dibangun di lepas pantai Myanmar. Kini, Myanmar sudah menjadi negara kedua yang memiliki stasiun pilot di dunia menyusul Thailand, maka mempunyai arti penting yang membuat zaman dalam sejarah pelayaran Myanmar.

Pelabuhan Yangoon adalah pelabuhan terbesar di Myanmar, kapal yang bertonase puluhan ribu dapat memasuki pelabuhan pada pasang naik, tapi karena rumitnya hidrografis di pelabuhan tersebut, maka kapal kargo yang berukuran besar dari luar negeri yang tidak mengenal jalur pelayaran sulit memasuki pelabuhan. Akan tetapi, kapal navigasi akan menghadapi berbagai persoalan kalau berlayar ke laut.

Pada tahun 2015, Kementerian Perhubungan dan Pengangkutan Myanmar berencana untuk membangun stasiun pilot lepas pantai dan secara terbuka meminta tender, akhirnya Perseroan Proyek Pelabuhan Tiongkok meraih tender dan dalam waktu selama dua tahun menyerahkan jawaban yang memuaskan kepada pemerintah Myanmar, Menteri Perhubungan dan Pengangkutan Myanmar, Thant Sin Maung di depan upacara serah terima mengatakan, stasiun pilot yang selesai dibangun mempunyai standar internasional, bermanfaat bagi perkembangan ekonomi Myanmar. Ia mengatakan bahwa setelah peresmian stasiun pilot lepas pantai, Myanmar akan mendapat banyak manfaat di bidang navigasi. Pada cuaca yang buruk, tak perlu diubah jalurnya, tersedia layanan navigasi dan kondisi pelayaran yang sangat aman, sementara pihak Myanmar akan menyediakan layanan bagi semua kapal pada setiap saat, dapat dikatakan bahwa hal itu bermanfaat bagi usaha impor dan ekspor seluruh negeri Myanmar.

Stasiun pilot lepas pantai Yangoon terletak di perairan sejauh 20 mil laut dari Yangoon, termasuk posisi berlabuhnya kapal navigasi, struktur platform di atas air, ruang perlengkapan, kantor, ruang istirahat dan menara sinyal. Walau skalanya tidak besar, namun stasiun pilot sangat meningkatkan efisiensi bagi kapal untuk keluar masuk pelabuhan. Selama pembangunan stasiun pilot lepas pantai, para pejabat Kementerian Perhubungan dan Pengangkutan Myanmar berulang kali mendatangi lokasi pembangunan dan bertukar pendapat dengan pihak Tiongkok. Kapten Naing Tue yang bertahun-tahun bekerja sebagai navigator berpendapat, peresmian stasiun pilot lepas pantai, tidak saja telah meningkatkan efisiensi operasi pelabuhan, tetapi juga meningkatkan level perdagangan impor dan ekspor Myanmar di atas laut.




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke