Tak terealisasi poros maritim, karena menteri maritim banyak urusan sana
sini,  jadi  terbengkalai melaksanakan tugasnya, Demikian sebagai tambahan
bukti, kata ahli nujum. hehehehehe

https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/02/04/2019/poros-maritim-jokowi-dinilai-belum-terealisasi-ini-buktinya/



Poros Maritim Jokowi Dinilai Belum Terealisasi, Ini Buktiny
2 April 2019, 05:30:32 WIB

*awaPos.com* – Visi poros maritim yang digadang-gadang oleh Presiden Jokowi
nampaknya masih banyak yang perlu dibenahi. Salah satu contohnya adalah
permasalahan pelabuhan Marunda yang merugikan investor.

Patut diketahui bahwa, sengketa panjang terkait pengembangan pelabuhan
Marunda antara PT Karya Citra Nusantara (KCN) dengan pemegang sahamnya, PT
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) saat ini dalam proses kasasi.

“Konsep Poros Maritim dan program Tol Laut yang mendukung peningkatan
industri kemaritiman merupakan inisiatif yang sangat baik. Bahkan,
diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, hingga ke
penjuru Timur yang selama ini menjadi anak tiri. Namun, konsep tersebut
terkesan tidak dilindungi oleh payung hukum yang cukup kuat. Hal ini
menyebabkan kisruh antara sisi pemerintah dan perangkatnya, serta mitra
swasta yang diproyeksikan dapat mendukung visi pemerintah secara optimal,
tidak berjalan dengan baik,” Ucap pengamat hukum asal Universitas
Dirgantara Marsekal Suryadarma, Febrinaldy Darmansyah di Jakarta, Senin
(1/4).

Adapun, Pengamat Studi Ketahanan Kemaritiman Universitas Padjadjaran Rizki
Ananda Ramadan mengatakan negara lain sedang berlomba-lomba untuk memajukan
industri maritim dengan bermitra bersama investor. Di Indonesia kehadiran
investor malah dibikin rumit dan dirugikan.

Kemudian, Direktur Eksekutif Nasional Maritime Institute (Namarim) Siswanto
Rusdi mengatakan Indonesia tidak mungkin membangun pelabuhan jika tidak ada
investor. “Menurut saya hal ini aneh. Sekarang ada investor yang mau
kembangkan industri maritim nasional melalui pembangunan pelabuhan, malah
digugat,” kata Siswanto.

Febrynaldi menyarankan agar baik KCN dan KBN dapat menyelesaikan
perselisihan ini dengan baik. Tentunya dengan dukungan berbagai pihak
seperti kementerian teknis hingga para pemangku kepentingan di pemerintah.
Jangan biarkan kisruh ini berlarut-larut dan menyebabkan citra buruk dalam
kemudahan berinvestasi di Indonesia, terutama di industri kemaritiman.

Editor : Saugi Riyandi

Kirim email ke