--- ilmesengero@... wrote:
https://www.gatra.com/rubrik/nasional/pilkada-pilpres/405557-Megawati-Golput-Tak-Usah-Jadi-WNI
 

Megawati: Golput Tak Usah Jadi WNI

Arif Koes Hernawan


Sukoharjo, Gatra.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 
Megawati Soekarnoputri meminta agar semua kader dan simpatisan PDIP menggunakan 
hak pilihnya dalam Pemilihan Umum 17 April 2019. Menurutnya, mereka yang tidak 
memberikan suaranya alias golput tak usah menjadi warga negara Indonesia.

Hal ini disampaikan Megawati dalam rapat umum yang digelar untuk kader PDIP 
kawasan Solo Raya di Gedung Olahraga (GOR) Pandawa, Sukoharjo, Jawa Tengah, 
Minggu (31/3).

"Jadi besok jangan golput. Soalnya golput itu untuk orang pengecut. Jangan juga 
dengarkan kata orang Pak Jokowi pasti menang. Jadi harus datang ke TPS biar Pak 
Jokowi pasti menang," ucap Megawati dalam orasinya.

Megawati menyarankan seluruh kader PDIP tetap menggunakan hak pilihnya. Dia 
mengimbau agar seluruh kader PDIP untuk memenangkan pasangan capres-cawapres 
nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.  "Jangan golput apalagi katanya 
target suara Jokowi-Ma’ruf 80 persen. Sanggup tidak sesuai target?" tanya 
Megawati.

Baca Juga: Puan Maharani: Kalau Sudah Ada Musuhnya, Tanduk Banteng Langsung 
Berdiri

Presiden Keempat Republik Indonesia itu juga  meminta para kadernya langsung 
menolak jika ada ajakan golput. "Golput itu untuk pengecut, tidak punya harga 
diri. Tidak usah jadi WNI. Kebanggaan sebagai warga negara Indonesia harus 
dibuktikan melalui mengikuti pemilu," ucapnya.

Imbauan untuk tidak golput juga disampaikan Ketua Bidang Politik dan Keamanan 
PDIP Puan Maharani. Puan meminta kadernya untuk datang ke tempat pemungutan 
suara (TPS) untuk memberikan suaranya. Selain itu, dia meminta kader PDIP untuk 
memantau TPS hingga perhitungan suara.

"Jadi kalau bisa jangan hanya nyoblos saja. Tapi juga harus memantau hingga 
perhitungan suara. Supaya PDIP menang. Tidak hanya di Jawa Tengah, tapi juga 
secara nasional," ucap Puan yang  saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang 
Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini.

Reporter: Rahma Novita

Editor: Arif Koes

Kirim email ke