https://politik.rmol.co/read/2019/04/01/384284/jokowi-lebih-tepat-gantikan-megawati-ketimbang-jadi-menteri-pu


*Jokowi Lebih Tepat Gantikan Megawati Ketimbang Jadi Menteri PU*

SENIN, 01 APRIL 2019, 11:36 WIB | *LAPORAN: **BUNAIYA FAUZI ARUBONE*
<https://rmol.co/about/bunaiya-fauzi-arubone-1>


Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengaku tidak setuju dengan
usulan RR tersebut karena pada dasarnya, Jokowi gagal dalam pembangunan
infrastruktur.

"Bila dikaitkan dengan infrastruktur faktanya Jokowi juga gagal. Jalan
banyak bolong. Ada kesan kejar tayang. Coba kita lewati jalan tol Trans
Jawa. Jauh kelas dari tol Jagorawi," kata dia saat dihubungi redaksi, Senin
(1/4).


Ketimbang jadi Menteri PU, Andrianto menyebutkan Jokowi lebih cocok
menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDI Perjuangan.

"Baiknya jadi ketum PDI Perjuangan gantikan Mega. Mega sudah siap lengser.
Terlalu lama kuasa. Ketum parpol terlama sepanjang sejarah," pungkasnya.

Alasan Rizal Ramli mengusulkan Jokowi menjadi Menteri PU karena dinilai
sangat all out dalam pembangunan proyek infrastruktur. Bahkan, untuk satu
proyek infrastruktur dilakukan pemantauan sebanyak delapan kali.

 *BACA JUGA : **Capres Mendedah MPP?*
<https://rmol.co/read/2019/04/02/384405/capres-mendedah-mpp>

"Saya akan usulkan Pak Widodo (Jokowi) ditunjuk jadi Menteri PU sehabis
Pilpres, supaya tidak ribut. Tapi, kalau beliau mau pulang ke Solo, kami
akan antar ke Solo," kata RR saat sambutan deklarasi alumni Perguruan
Tinggi se-Sumsel pendukung 02 di Palembang, Minggu (31/3).

Hanya saja, menurut RR, pembangunan proyek infrastruktur tidak diimbangi
dengan mempertahankan perekonomian nasional sehingga perekonomian di
Indonesia hanya mandeg di angka 5 persen. Selain itu, terjadi defisit
transaksi perjalanan paling besar, rupiah dihajar hingga melemah.
Akibatnya, pemerintah mencari utang.

*Editor: **Ruslan Tambak* <https://rmol.co/about/ruslan-9>

Kirim email ke