Kamis, 28 Mar 2019 23:21 WIB
Disebut KPK, Ini Profil Lengkap PT HTK yang Terafiliasi Humpuss
Hans Henricus BS Aron - detikFinance
*Jakarta* - Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan 3 tersangka yang
terkena OTT alias operasi tangkap tangan, Rabu malam (27/3/2019). Salah
satunya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK)
Asty Winasti ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Selain Asty, KPK menetapkan tersangka penerima suap adalah anggota DPR dari
Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan Indung selaku pihak swasta, orang
kepercayaan Bowo. Dalam kasus itu Bowo diduga menerima suap terkait upaya
membantu PT HTK sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk.

*Baca juga: *OTT Bowo Sidik dan Manajer PT Humpuss, KPK Juga Periksa Dirut
PT Pupuk
<https://news.detik.com/read/2019/03/28/211158/4487855/10/ott-bowo-sidik-dan-manajer-pt-humpuss-kpk-juga-periksa-dirut-pt-pupuk>

Bicara soal PT HTK, yang menyandang nama Humpuss, perusahaan ini adalah
anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Perusahaan terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten HITS ini adalah anak usaha
Grup Humpuss, perusahaan milik Tommy Soeharto, putra mantan Presiden
Soeharto.
Berdasarkan laporan tahunan Humpuss Intermoda yang dimuat dalam keterbukaan
informasi BEI
<https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201903/c6a1ec1f0c_ba64f785f2.pdf>,
20 Maret 2019, HITS menggenggam mayoritas saham PT HTK atau sebesar 99,9%.
Aset perusahaan tercatat US$ 173, 973 juta.

*Baca juga: *Terima Duit Suap, Anggota DPR Bowo Sidik Bantu PT Humpuss
<https://news.detik.com/read/2019/03/28/210004/4487837/10/terima-duit-suap-anggota-dpr-bowo-sidik-bantu-pt-humpuss>

PT HTK bergerak di bidang jasa transportasi laut dengan memberikan
pelayanan pengangkutan gas, minyak dan bahan kimia, baik dalam maupun luar
negeri. Perusahaan yang didirikan pada 2004 ini fokus pada kegiatan operasi
berupa angkutan LNG, angkutan petrokimia, angkutan minyak, kapal penunjang
lepas pantai, dan pengelolaan kapal.

Masih berdasarkan laporan dalam keterbukaan informasi BEI, PT HTK
mengoperasikan 16 kapal yaitu LNGC Ekaputra 1, LNGC Triputra, MT Griya
Cirebon, MT Griya Jawa, MT Griya Gayo, MT Griya Ambon, dan MT Sapta
Samudra. Kemudian MT Griya Enim, MT Griya Flores, MT Griya Dayak, LPG/C
Griya Borneo, MT Griya Melayu, TB Semar 81, TB Semar 82, TB Semar 83, MB
Eben Haezer. *(hns/dnu)*

Kirim email ke