Monggo-monggo silahkan saja lidahnya diputar-putar seperti gasing,  dunia
tahu lain di bibir lain di hati. hehehehe

https://www.cnnindo
nesia.com/nasional/20190404124356-32-383358/maruf-amin-klarifikasi-soal-video-ahok-harus-kita-habisi?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop



Ma'ruf Amin Klarifikasi soal Video 'Ahok Harus Kita Habisi'

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 13:08 WIB



Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin saat menerima dukungan dari
elemen pondok pesantren se - Priangan Timur di Fave Hotel, Garut, Jawa
Barat, Kamis (4/4). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, *Ma'ruf Amin
<https://www.cnnindonesia.com/tag/maruf-amin>* buka suara soal video viral
yang menyebut mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (*Ahok
<https://www.cnnindonesia.com/tag/ahok>*) sebagai sumber konflik di
masyarakat.

Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, Ma'ruf terlihat
berbicara dengan sejumlah orang, termasuk salah satu di antaranya Ustaz
Yusuf Mansur. Ma'ruf mengatakan: '*Ahok merupakan sumber konflik. Bangsa
ini akan konflik, tidak akan berhenti kalau Ahok tidak.... Maka itu.. Maka
itu Ahok harus kita habisi... Itu sudah pakainya fikih siyasah namanya*'.

* <https://twitter.com/GusGagah>*

*Gus Gagah**@GusGagah* <https://twitter.com/GusGagah>



Wadduhhh...!
Ternyata Cawapres Ma'ruf Amin itu sangat RADIKAL..
Militan banget...!
Katanya "AHOK HARUS DIHABISI...!!"
SADIS...!!
Bagaimana ini...?
Jangan2 dia ini asli pendukung khilafah yg sebenarnya, malah...!
Apakah pendukung Ahok masih dukung 01...?pic.twitter.com/BAaV6Z2eMN
<https://t.co/BAaV6Z2eMN>




pic.twitter.com/BAaV6Z2eMN <https://t.co/BAaV6Z2eMN>

2 <https://twitter.com/intent/like?tweet_id=1113655141243031552>

*6:10 AM - Apr 4, 2019*
<https://twitter.com/GusGagah/status/1113655141243031552>

Twitter Ads info and privacy
See Gus Gagah's other Tweets <https://twitter.com/GusGagah>

Ma'ruf menjelaskan bahwa video itu diambil ketika para ulama mengajaknya
untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk maju sebagai
calon presiden RI di Pilpres 2019.

"Dia [para ulama] mengaca itu bisa berhasil ketika Anies mengalahkan Ahok
di Jakarta. Begitu," kata Ma'ruf saat ditemui di Garut, Jawa Barat, Kamis
(4/4).

Meski begitu, Ma'ruf lantas menolak untuk mendukung Anies maju sebagai
Capres. Ma'ruf menyatakan bahwa para ulama yang hadir saat itu percaya
bahwa Anies bisa mengalahkan Jokowi dengan berkaca pada kasus Pilkada DKI
Jakarta 2017 silam.

Ma'ruf menegaskan bahwa kondisi Pilkada DKI Jakarta 2017 berbeda dengan
Pilpres 2019. Ia menyatakan bahwa Ahok memang menjadi sumber konflik saat
pergelaran Pilkada DKI 2017 kala itu.
Lihat juga:

 Ma'ruf Amin: Pendukung Khilafah Ada di Sebelah Sono
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190330192330-32-382049/maruf-amin-pendukung-khilafah-ada-di-sebelah-sono/>


"Saya tak setuju, saya bilang, kalau Ahok itu, saya waktu itu menggunakan
istilahnya itu apa namanya sumber konflik, terjadi konflik itu karena Ahok.
Oleh karena itu tentu Ahok ya kita harus cegah kalau dia terus menjadi
konflik akan bangsa ini berkonflik," kata dia

Lebih lanjut, Ma'ruf menyatakan bahwa Jokowi, yang kala itu sudah
menyatakan maju sebagai Capres, memiliki perbedaan sikap dengan Ahok. Ia
menilai Jokowi bukanlah menjadi sumber konflik di Indonesia.

"Tapi Pak Jokowi tidak, makanya saya cenderung mendukung pak Jokowi
ketimbang Anies. Biar nanti Anies 2024 ke atas bolehlah, sekarang pak
Jokowi. Konteksnya itu," kata dia.

"Nah akhirnya mereka beralih, dari mendukung Anies menjadi pendukung
Prabowo, saya kira itu," tambahnya.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai bergabung PDI Perjuangan. (ANTARA
FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)


Lihat juga:

 Tim Jokowi Sebut Tempel Amplop Kiai Inisiatif Luhut Pribadi
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190404104055-32-383310/tim-jokowi-sebut-tempel-amplop-kiai-inisiatif-luhut-pribadi/>


Selain itu, Ma'ruf menegaskan bahwa video itu dalam kondisi tak utuh ketika
di unggah ke media sosial. Ia menyatakan bahwa masyarakat akan mengerti
konteks pembicaraannya kala itu apabila videonya di unggah secara utuh.

"Ya saya kira videonya ga utuh dia, kalo utuh kan tau orang. Jadi kenapa
saya mengatakan begitu, karena memang pak Jokowi mau disamakan dengan Ahok.
Ya ga bisa lah beda. Pak jokowi bukan sumber konflik," kata dia.

Seperti diketahui, Pilkada DKI 2017 diikuti tiga pasang calon yakni Bapak
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI
Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

Sementara itu pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni diusung
empat partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai
Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sementara Anies
Baswedan dan Sandiaga Uno diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan
Sejahtera.

Sejumlah isu agama kuat mengiringi kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Ahok
dilawan gelombang massa Muslim yang saat itu merasa agamanya terhinakan
karena menyinggung soal surat Alquran Almaidah. Gelombang protes terbentuk
melalui gerakan 212, yang kemudian membuat Ahok harus dipenjara.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal
156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau
melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap
suatu agama. Mantan Bupati Belitung Timur itu divonis dua tahun penjara.
Lihat juga:

 BPN: Kampanye Prabowo-Sandi Kental Campur Tangan Langit
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190330123650-32-381975/bpn-kampanye-prabowo-sandi-kental-campur-tangan-langit/>

*(rzr/ain)*

Kirim email ke