Kesorean barangkali, sebab ketua partai satu ini hobi tidur siang. 

Bukan cuma takut merehabilitasi bapaknya, memperjelas status adiknya, 
Rachmawati, yang dituduh makar oleh pemerintahan partainya saja dia tidak 
berani..
Jadi ingat kata orang PNI, Mega itu cuma anak biologis BK. Lebih ingat lagi 
kata-kata Gus Dur setiap menyapa Mega, "Waras, mbak?" Sampai akhirnya muncul 
kelucuan yang tak terduga, Mega protes ketus kenapa dia selalu ditanya 
kewarasannya!

Wajar kalau Gus Dur lalu terkekek bilang Megawati itu 'bodoh'.
    --- jetaimemucho1@... wrote:
Ini ratu kesiangan bangunnya ya?? Kok ujuk-ujuk berceloteh tentang sejarah 
1965!!! Lha wong waktu di singgasanapun, nggak mau alias nggak berani 
merehabilitasi bapaknya sendiri, kok sekarang belagak omong soal 65... aduh, 
kelihatan banget hanya bla....bla,,.,.. bla untuk kepentingan pemilu PYM... 
Kasihan banget!!
    On Thursday, April 4, 2019, 8:17:25 AM GMT+2, ajeg wrote:
    Tidak laku menjual bapaknya di Solo dsk, lantas merengek gombal untuk 
mengemis dukungan sisa-sisa PNI dan Soekarnois, khususnya yang mengalami luka 
dalam lantaran Mega memuja Jokowi sebagai titisan Soekarno.
--- SADAR@... wrote:   
 

Megawati: Sejarah 1965 Harus Dibuka karena Lukanya Terlalu Dalam
   Reporter:  
Fikri Arigi
  Editor:  
Juli Hantoro
  Selasa, 2 April 2019 19:04 WIB
Penyerahan Kartu Tanda Anggota kepada para tokoh agama yang bergabung dengan 
PDI Perjuangan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Selasa, 2 April 
2019. TEMPO/Fikri Arigi.
  
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 
Megawati Soekarnoputri, mengatakan peristiwa sejarah 1965 perlu dibuka untuk 
mengetahui kebenaran sejarah. Sejarah ini kata dia, musti dibuka, karena luka 
yang ditorehkan terlalu dalam untuk disembunyikan..
 
Baca juga: Megawati di Jawa Tengah: Ada yang Mau Mencuri ke Rumah Kita
 
“Sampai hari ini saya menyatakan, ini seharusnya sejarah Indonesia harus 
dibuka. Ndak bisa disembunyikan, lukanya dalam. Seperti sekarang, kan isu PKI 
itu,” kata Megawati di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa, 2 April 2019.
 
Megawati mengawali keinginannya membuka sejarah tersebut dengan menceritakan 
kisah ayahnya, Soekarno. Ia mengatakan saat Soekarno berkuasa, ia digulingkan 
karena dicap terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh tentara.
 
Megawati mengaku saat kejadian itu berlangsung, belum paham sesuatu pun 
mengenai politik. Beranjak dewasa, ia banyak membaca. Ia baru paham bahwa saat 
itu yang menjadi presiden justru Soekarno.
 
“Jadi mau mengkudeta presiden, berkolaborasi dengan partai komunis. Lho orang 
dia (Soekarno) presidene. Jadi dia mengkudeta diri sendiri?” Kata Presiden 
Indonesia ke-5 tersebut.
 
Baca juga: Jateng Digempur karena Kandang Banteng, Megawati: Kader Jangan 
Kecolongan
  
ADVERTISEMENT
  
Ia mengatakan terdapat hal-hal yang tidak diajarkan dalam sejarah bangsa 
Indonesia. Salah satunya mengenai kejadian kudeta 1965 ini.
 Megawati pun mengaku sejak lama dituding PKI. Atau partainya dituduh sebagai 
sarang partai komunis tersebut. Ia mengatakan bila betul dirinya PKI, maka yang 
gagal adalah kalangan militer, karena ia berhasil lolos dari pemeriksaan. 
“Pikir yang jernih kalau misal saya PKI, itu bobol berarti militer,” ujarnya.

| 
| 
| 
| 
 | 
 |

 |

 |
| 
| 
 | 
Pertahankan Kemenangan di Jateng, Megawati Kumpulkan Elit Partai

Ahmad Rafiq (Kontributor)

Megawati Sukarnoputri melakukan pertemuan dengan para elit Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Ten...
 |

 |

 |



  

Kirim email ke