Entah sejak kapan tempel amplop saat mengunjungi tokoh-tokoh daerah, ulama, pesantren menjadi tradisi! Lalu ada semacam harga-pasar sedikitnya berapa juta isi amplop itu? Untung juga jadi tokoh daerah! Entah saat-saat silaturahmi dihari-hari Lebaran apa juga dikasih amplop??? Hehehee, ...

Tentu kalau saja kasih amplop bertujuan "MEMBELI SUARA" saat pemilu, sikap memberi amplop demikian patut dikutuk! Begitu juga dengan sipenerima amplop yg mau direndahkan dan di HINA begitu, ...! TIDAK LAGI PANTAS sebagai tokoh yg patut dihormati didaerah itu!

Tapi, ... yang juga menjadi pertanyaan saya, apakah yang diberi amplop itu betul-betul bersedia berikan suara pada kelompok pemberi amplop? Atau harus melihat siapa yg memberi duitnya lebih BESAR??? Saya cenderung meyakini 5 tahun pemilu merupakan PESTA DEMOKRASI, jadi banyak rakyat senang dengan dilancarkannya "Serangan Fajar" bagi-bagi amplop jelang hari-H, dapatkan masukan-tambahan dengan terima amplop, ... dengan prinsip sebagaimana dinyatakan: *terima amplopnya, jangan berikan suara pada pemberi amplop! *


Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 於 4/4/2019 19:32 寫道:


*Hehehehehe semua inisiatif pribadi, supaya kalau menang pemberi tetap mujur?*


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190404104055-32-383310/tim-jokowi-sebut-tempel-amplop-kiai-inisiatif-luhut-pribadi


  Tim Jokowi Sebut Tempel Amplop Kiai Inisiatif Luhut Pribadi

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 11:12 WIB

Bagikan :

Tim Jokowi Sebut Tempel Amplop Kiai Inisiatif Luhut PribadiJuru Kampanye Jokowi mengaku tak pernah memberikan arahan ke Menteri Luhut untuk memberikan amplop kepada Kiai Pondok Pesantren Nurul Cholil. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (*TKN <https://www.cnnindonesia.com/tag/tkn-jokowi-maruf-amin>*) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan tindakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim)*Luhut Binsar Pandjaitan <https://www.cnnindonesia.com/tag/luhut-binsar-pandjaitan>* yang memberikan amplop berwarna putih kepada Kiai Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan Madura adalah inisiatifnya sendiri.

Seperti diketahui, sempat ramai di media sosial sebuah video yang menampilkan Luhut tengah memberikan amplop putih kepada Kiai Zubair Muntasir di Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu. Itu dilakukan Luhut saat berkunjung ke Pesantren Nurul Cholil.

Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily menyatakan pihaknya tidak pernah memberikan arahan ke Luhut untuk memberikan amplop kepada sang kiai.


"Ya. Itu inisiatif Pak Luhut sendiri," ujar Ace saat dikonfirmasi /CNNIndonesia.com/, Kamis (4/4).

Ace Hasan Syadziliy. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)



Saat dikonfirmasi soal kapasitas Luhut ke sana, Ace juga menegaskan bahwa mantan Komandan Detasemen Penanggulangan Teror (Gultor) itu datang dalam kapasitasnya sebagai menteri.

"Kan tulisannya sebagai Menteri Menko Kemaritiman," ujar Ace.

/CNNIndonesia.com/ sudah menghubungi pihak Kementerian Koordinasi Kemaritiman, belum merespons pertanyaan mengenai kapan dan agenda apa saja Menko Luhut ke Bangkalan tersebut.


          Lihat juga:

Luhut Kritik Kebijakan Susi soal Cantrang dan Benamkan Kapal <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190402104549-20-382799/luhut-kritik-kebijakan-susi-soal-cantrang-dan-benamkan-kapal/>


Dari video yang beredar, Luhut terlihat datang dengan beberapa orang yang mengenakan baju berwarna putih. Dalam video tersebut, Luhut sempat meminta kepada sang kiai untuk menyampaikan kepada santri, dan seluruh pengikutnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 mendatang.

Ia juga meminta kepada sang kiai agar mengimbau santri dan pengikutnya untuk memutihkan TPS. "Umat, santri datang ke TPS, semua kita pakai baju putih," ucap Luhut kepada sang kiai sambil agak berbisik saat menyebut kata 'baju putih'.

Video tersebut kemudian beredar, salah satunya dicuit ulang oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. Andi menilai langkah Luhut sebagai aksi beli suara untuk kepentingan Jokowi di Pilpres 2019.







---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke