Seratusan balita diindikasi terancam stunting di Kampar
Jumat, 5 April 2019 12:08 WIB
Seratusan balita diindikasi terancam stunting di Kampar
Pertamina EP Asset 1 Jambi Field mendukung program Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Batanghari dalam mengurangi jumlah anak yang mengalami gizi
kurang atau stunting dengan melaksanakan kegiatan monitoring
perkembangan kesehatan anak stunting di Desa Pompa Air. (ANTARA /HO/Ist)
(ANTARA /HO/Ist/)
Kota Pekanbaru (ANTARA) - Seratusan balita di sejumlah desa di Kabupaten
Kampar, Provinsi Riau diindikasi terancam dan sebagian lainnya mengalami
stunting akibat pola asupan gizi yang rendah dan tempat tinggal orang
tua mereka tidak layak.
"Ancaman balita mengalami stunting juga bisa dipicu oleh pekerjaan orang
tua mereka sebagai "buruh gelap" pada perusahaan sawit di daerah itu,
hingga diyakini berdampak anggota keluarganya tidak mendapatkan
pelayanan kesehatan yang baik," kata Azirman Kepala Desa Danau Lancang
Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, di Pekanbaru, Jumat.
Menurut Azirman, orang tua yang memiliki balita menjadi buruh gelap,
dimaksudkan mereka tidak terdaftar menjadi karyawan tetap perusahaan
tersebut, tapi tetap bisa bekerja sehingga hak-haknya pun menjadi tidak
jelas.
Ia mengatakan, aparat desa sulit untuk memperjuangkan hak-haknya atau
mengintervensi perusahaan karena mereka tidak memiliki kartu indentitas
seperti KTP.
"Bagaimana bisa kita melakukan pencegahan stunting, jika aparat desa
sulit memberikan intervensi pada balita terkait orang tua mereka yang
tidak memiliki kartu identitas itu, sulit mengontrolnya, mereka berdiam
di rumah yang tidak layak huni hanya barak-barak, terbuat dari papan,
berlantai tanah dan minim sanitasi lingkungan yang bersih," katanya.
Dengan kondisi yang memiriskan itu, katanya lagi, tentu berdampak pada
balita mereka yang tidak terlindungi dengan lingkungan dan kesehatan
yang baik.
Oleh karena itu, katanya berharap pihaknya bisa berumbuk bersama
manajamen perusahaan perkebunan terkait untuk dapat menyelesaikan kasus
tersebut terutama mencegah balita mereka menjadi stunting. Selain itu
Disdalduk Kabupaten Kampar diharapkan untuk dapat menyelesaikan status
kependudukan warga terkait.
Pewarta: Frislidia
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com