Polisi Dalami Laporan KPU soal Hoaks Server Menangkan Jokowi
CNN Indonesia | Jumat, 05/04/2019 14:42 WIB
Bagikan :
Polisi Dalami Laporan KPU soal Hoaks Server Menangkan JokowiKaropenmas
Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan bukti-bukti hoaks
server tentukan kemenangan pilpres yang dilaporkan KPU dianalisia di
Laboratorium Digital milik Polri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karopenmas Divisi Humas Mabes *Polri
<https://www.cnnindonesia.com/tag/polri>*Brigadir Jenderal Pol Dedi
Prasetyo mengatakan saat ini tim dari Direktorat Siber Bareskrim tengah
mendalami laporan Komisi Pemilihan Umum (*KPU
<https://www.cnnindonesia.com/tag/kpu>*) perihal hoaks peladen
atau/server/yang telah mengatur kemenangan Pilpres 2019.
Kemarin KPU melaporkan sebuah akun penyebar berita bohong alias hoaks
terkait/server/KPU yang telah diatur untuk memenangkan paslon nomor urut
01 Joko Widodo (*Jokowi
<https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>*)-Ma'ruf Amin.
"Saat ini dari tim Direktorat Siber Bareskrim sedang mendalami seluruh
alat bukti data-data dokumen yang diserahkan dari komisioner KPU pada
Bareskrim," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (5/4).
Dedi menuturkan dalam laporannya tersebut, KPU membawa barang bukti
berupa dokumen hingga tangkapan layar (/screenshoot/) video.
Lihat juga:
KPU Polisikan Akun Penyebar 'Hoaks Server Menangkan Jokowi'
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190404234209-12-383564/kpu-polisikan-akun-penyebar-hoaks-server-menangkan-jokowi/>
Dedi menjelaskan nantinya laporan dan barang bukti tersebut akan
dianalisa guna mencari konstruksi hukum dari kasus itu. Bukti-bukti
tersebut akan dianalisa di Laboratorium Digital milik Polri guna
memastikan keaslian foto, video, maupun narasi yang disebarkan akun
tersebut.
Ia menerangkan andai konten yang disebarkan tersebut terbukti merupakan
hoaks, maka penyidik akan melakukan analisa terhadap sejumlah komponen.
"Pertama,/creator/siapa yang memiliki ide, gagasan yang membuat konten
tersebut. Kedua,/buzzer/apakah ada keterkaitan antara/creator/yang
membuat ini dengan/buzzer/karena ini kan cukup/viral/," tuturnya.
Dalam kasus ini, kata Dedi, pelaku akan dijerat dengan pasal 27 dan
pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, hal itu
juga akan bergantung pada hasil konstruksi hukum yang ditemukan penyidik.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan hari ini pihaknya juga akan memanggil
tim teknis dari KPU untuk dimintai keterangan perihal sistem teknologi
dan informasi (IT) yang ada di KPU.
"Untuk menjelaskan mengenai bagaimana IT yang ada di KPU tersebut, jadi
secara transparan dan secara profesional kasus ini akan diungkap," ucap
Dedi.
Lihat juga:
Benarkan Kirim Surat, Istana Bantah Intervensi KPU soal OSO
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190405133708-32-383679/benarkan-kirim-surat-istana-bantah-intervensi-kpu-soal-oso/>
Sebelumnya, KPU melaporkan akun penyebar berita bohong alias hoaks
terkait server lembaga penyelenggara pemilu itu yang telah diatur untuk
memenangkan paslon nomor 01.
Informasi bohong itu beredar di media sosial dalam bentuk video dan
menyatakan ada mantan staf Jokowi di Solo yang membongkar keberadaan
server KPU di luar negeri. Dalam video disebutkan jika server yang
bermarkas di Singapura telah diatur untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf
dengan perolehan suara 57 persen.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Arief Budiman membantahnya. KPU
pun mengambil tindakan dengan melaporkan video hoaks itu ke polisi.
"Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar
memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak
benar," kata Arief di Bareskrim Polri, Kamis (4/4).
Menurut Arief, KPU tidak memiliki server di luar negeri. Ia menegaskan
bahwa seluruh server pemilu ada di dalam negeri dan dikerjakan anak-anak
bangsa sendiri.
Lihat juga:
Tjahjo Yakin 80 Persen Warga Tak Golput di Pemilu 2019
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190405102147-32-383605/tjahjo-yakin-80-persen-warga-tak-golput-di-pemilu-2019/>
*(dis/kid)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com